Impor Tumbuh Lebih Kencang dari Ekspor Defisit Kian Melebar

19/12/2018, 21.19 WIB

Dipersembahkan oleh:

Nilai impor Indonesia pada November 2018 tumbuh 11,68% menjadi US$ 16,88 miliar dibanding November 2017 sedangkan nilai ekspor justru turun 3,28% menjadi US$ 14,83 miliar dari sebelumnya.

Nilai impor Indonesia pada November 2018 tumbuh 11,68% menjadi US$ 16,88 miliar dibanding November 2017 sedangkan nilai ekspor justru turun 3,28% menjadi US$ 14,83 miliar dari sebelumnya. Alhasil, neraca perdagangan nasional mengalami defisit US$ 2,05 miliar.

Baca selengkapnya

Pertumbuhan impor yang lebih kencang dari ekspor seperti terlihat pada grafik di bawah ini membuat neraca perdagangan mengalami defisit dalam delapan bulan sepanjang tahun ini.

Rata-rata pertumbuhan tahunan (YoY) nilai impor untuk periode Januari-November 2018 sebesar 22,19%/bulan sementara pertumbuhan nilai ekspor hanya 8,2%/bulan. Ini yang membuat defisit perdagangan Indonesia semakin dalam.

Besarnya defisit perdagangan dipicu makin melebarnya defisit perdagangan migas sementara surplus ekspor nonmigas makin menipis. Sebagai informasi, defisit neraca perdagangan periode Januari-November tahun ini meningkat 61,93% menjadi US$ 12,15 miliar dari tahun sebelumnya. Sementara surplus neraca perdagangan nonmigas anjlok 76,32% tinggal 4,64 miliar dari tahun sebelumnya. Total, neraca perdagangan Indonesia dalam sebelas bulan pertama tahun ini defisit US$ 7,5 miliar.

Tampilkan minimal

Pertumbuhan Ekspor dan Impor (Jan-Nov 2018)

* Pertumbuhan (YoY)
 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) Des 2018

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya