Januari-November 2018, Neraca Perdagangan Migas Indonesia Defisit Rp 176 Triliun

19/12/2018, 16.32 WIB

Dipersembahkan oleh:

Defisit neraca migas November 2018 merupakan yang terbesar dalam tiga bulan terakhir.

Nilai ekspor minyak dan gas (migas) Indonesia periode Januari-November 2018 hanya mencapai US$ 15,66 miliar sementara nilai impor migas sebesar US$ 27,81 miliar. Alhasil, neraca perdagangan migas nasional defisit US$ 12,15 miliar atau setara Rp 175 triliun dengan kurs Rp 14.400/dolar Amerika Serikat (AS).

Baca selengkapnya

Defisit neraca migas bulan lalu merupakan yang terbesar dalam tiga bulan terakhir. Adapun yang terbesar tercatat pada Agustus 2018, yakni mencapai US$ 1,6 miliar. Defisit neraca perdagangan periode Januari-November tahun ini melonjak 61,93% dibanding periode yang sama tahun lalu. Meningkatnya impor bahan bakar minyak yang diiringi dengan kenaikan harga minyak dunia membuat defisit neraca migas Indonesia 2018 menembus US$ 10 miliar pada tahun ini.

Besarnya defisit neraca migas tersebut membuat total neraca perdagangan Indonesia untuk sebelas bulan pertama tahun ini mengalami defisit US$ 7,52 miliar. Padahal dalam sebelas bulan pertama tahun lalu neraca perdangan nasional mencatat surplus US$ 12,08 miliar.

Tampilkan minimal

Neraca Perdagangan Migas (Jan 2017-Nov 2018)

* Nov 2018 merupakan angka sementara
 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS) , Bloomberg L.P.

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) , Bloomberg L.P. Des 2018

  • Informasi lain

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya