Impor Solar Oktober 2018 melonjak 78%

19/11/2018, 10.03 WIB

Pemerintah telah memperluas mandatori B20 mulai 1 September 2018 pada Oktober 2018 tetapi impor solar melonjak 78%.

Pemerintah telah memperluas penerapan kewajiban pencampuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan kandungan minyak sawit 20% atau mandatori B20 sejak 1 September 2018. Artinya BBM solar yang beredar di pasaran memiliki kandungan minyak sawit sehingga mengurangi permintaan impor. Namun, impor solar pada Oktober justru menunjukkan kenaikan dibanding bulan sebelumnya akibat masih adanya beberapa kendala.

Baca selengkapnya

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik impor solar Indonesia pada Oktober 2018 melonjak 244,6 ribu ton (78%) menjadi 558,2 ribu ton dari bulan sebelumnya dan juga naik 69% dibanding Oktober 2017. Impor solar mencatat posisi tertingginya sebesar 693 ribu ton pada Agustus, sebulan sebelum diperluasnya mandatori B20. Sementara yang terendah pada September, yakni mulai diberlakukannya kebijakan perluasan B20.

Sebagai informasi, volume impor solar periode Januari-Oktober 2018 turun 0,76% menjadi 4,56 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya 4,6 ribu ton. Namun, nilainya mengalami kenaikan 29,11% menjadi US$ 2,87 miliar dari sebelumnya US$ 2,22 miliar. Naiknya harga minyak hingga ke US$ 80/barel menjadi salah satu penyebab meningkatnya nilai impor solar sepanjang tahun ini.

Tampilkan minimal

Volume dan Nilai Impor Solar (Jan 2016-Okt 2018)

* Okt 2018 merupakan angka sementara
 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) Nov 2018

  • Informasi lain

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya