Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, kinerja pengangkutan penumpang pesawat seluruh rute, baik domestik maupun internasional, di Indonesia melesu pada Februari 2026.
BPS merincikan, total penumpang pesawat rute domestik dari sejumlah bandara di Indonesia mencapai 4,08 juta orang. Volume penumpang ini ambles 17,05% secara bulanan (month-on-month/mom) dari Januari 2026 yang sebesar 4,92 juta orang.
Penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang diamati, yaitu Bandara Kualanamu-Medan yang turun 29,57%; Ngurah Rai-Denpasar turun 25,02%; Hasanuddin-Makassar turun 23,88%; Juanda-Surabaya turun 19,45%; dan Soekarno Hatta-Tangerang turun 10,47%.
Secara kuantitas, jumlah penumpang rute ini terbanyak ada di Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 1,2 juta orang atau 28,84% dari total penumpang domestik.
Selama Januari–Februari 2026, jumlah penumpang pesawat jalur domestik sebanyak 9 juta orang atau turun 5,09% dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy) sebanyak 9,5 juta orang.
Sejurus itu, jumlah penumpang pesawat jalur internasional tercatat sebanyak 1,51 juta orang atau turun 15,24% (mom).
Seperti rute domestik, penurunan jumlah penumpang tujuan internasional terjadi di seluruh bandara utama yang diamati, yaitu Bandara Juanda-Surabaya yang turun 20,56%; Hasanuddin-Makassar turun 20%; Kualanamu-Medan turun 16,81%; Soekarno Hatta-Tangerang turun 15,79%; dan Ngurah Rai-Denpasar turun 13,67%.
Meski melesu, Bandara Soekarno Hatta tetap menyumbang penumpang rute internasional terbanyak, yakni 668,4 ribu orang atau 44,24% dari total internasional.
Secara akumulasi Januari–Februari 2026, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing, sebanyak 3,29 juta orang atau turun 0,95% (yoy).
(Baca: Jumlah Penumpang Pesawat di RI Tumbuh Positif Akhir 2025)