Katadata Insight Center (KIC) merilis laporan Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026 di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Laporan KIMCI ini berisi hasil riset tentang kondisi, perilaku, dan persepsi kelas menengah, yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi dan kebijakan untuk memperkuat daya tahan, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia.
Salah satu topik yang diriset adalah persepsi kelas menengah tentang teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
KIC menemukan, mayoritas atau 61,4% kelas menengah menganggap AI bisa membantu pekerjaan mereka menjadi lebih cepat dan efisien.
"Mayoritas responden memanfaatkannya untuk mendukung produktivitas, mulai dari mencari informasi, mempelajari keterampilan baru, hingga menyelesaikan pekerjaan profesional," kata KIC dalam laporannya.
Namun, ada juga sebagian kelas menengah yang menilai AI bisa mengancam pekerjaan manusia, atau membuat manusia jadi terlalu bergantung pada mesin.
Berikut rincian persepsi kelas menengah Indonesia tentang dampak penggunaan AI, menurut survei KIC:
- AI membantu pekerjaan jadi lebih cepat dan efisien: 61,4% responden
- AI membuat hidup lebih praktis—dari urusan belanja, belajar, sampai hiburan: 57,1%
- AI sebagai peluang untuk karier dan bisnis ke depan: 41,8%
- AI dapat menghilangkan unsur kreativitas manusia: 39,1%
- AI justru membuat manusia jadi terlalu bergantung pada mesin: 37,7%
- AI bisa mengancam pekerjaan manusia: 31,2%
- AI memang canggih, tapi kadang terasa "terlalu cepat" dan sulit diikuti: 28,9%
- Lainnya: 1,1%
KIC melakukan survei ini pada kuartal IV 2025-kuartal I 2026 terhadap 1.000 responden kelas menengah.
Responden berusia antara 18-60 tahun dengan kisaran pengeluaran Rp2 juta sampai Rp10 juta per kapita per bulan, mengacu pada definisi kelas menengah dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Laporan lengkap Katadata Indonesia Middle Class Insight (KIMCI) dari KIC dapat diunduh di tautan ini.
(Baca: Mayoritas Kelas Menengah RI Menabung dan Investasi untuk Kebutuhan Darurat)