Laporan World Economy Forum (WEF), Global Cybersecurity Outlook 2026, membeberkan sejumlah faktor pertimbangan responden global untuk memitigasi risiko siber terhadap perusahaan atau organisasinya pada 2025.
Faktor yang paling dipertimbangkan, yakni adanya serangan siber akibat geopolitik, dipilih 64% responden.
Ini mencakup gangguan infrastruktur nasional kritis, spionase, dan serangan digital skala besar lainnya.
Selanjutnya, disinformasi yang dipilih 49% responden. Lalu ada konvergensi internet, bencana alam, dan faktor lainnya.
Berikut daftar lengkap faktor pertimbangan responden atas mitigasi risiko siber terhadap perusahaan atau organisasinya di tingkat global pada 2025:
- Serangan siber yang dimotivasi secara geopolitik: 64%
- Disinformasi: 49%
- Konvergensi IT/OT/IoT/robotika: 42%
- Bencana alam: 41%
- Ketergantungan pada kabel bawah laut atau jalur komunikasi: 18%
- Ketergantungan pada aset berbasis ruang angkasa (contoh: satelit, GPS, komunikasi satelit): 15%
- Tidak ada yang di atas: 11%.
Survei ini digelar pada 25 Agustus-1 Oktober 2025. Responden survei berjumlah 804 peserta yang memenuhi syarat dari 92 negara.
Latar responden merupakan eksekutif (C-suite), di antaranya 316 CISO, 105 CEO, dan 123 eksekutif tingkat C-suite lainnya–contohnya Chief Risk Officers (CRO) atau Chief Technology Officers (CTO).
(Baca: Manfaat Gen AI dalam Keamanan Siber yang Diharapkan Perusahaan Global)