Skor SPI 2025, Ini 10 Unit Kerja Terbaik di Pemprov DI Yogyakarta
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025, Pemprov DI Yogyakarta mencatatkan skor SPI sebesar 79,41.
Skor ini berada di atas rerata skor provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi DI Yogyakarta (76,37) dan di peringkat ke-1 dari kelompok anggaran kecil, jumlah pegawai kecil.
Dalam 5 tahun terakhir, skor SPI Pemprov DI Yogyakarta turun dari 82,81 (2021) ke 79,41 (2025).
SPI adalah survei yang diinisiasi KPK untuk memetakan risiko korupsi dan mengukur kemajuan upaya pencegahan korupsi di Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.
Skor SPI dihitung dari gabungan tiga indeks penilaian (internal, eksternal, dan eksper) dengan bobot masing-masing, dikurangi faktor koreksi berupa indikasi prevalensi korupsi dan pengondisian pelaksanaan survei.
Berikut skor SPI setiap komponen penilaian dan faktor tambahan Pemprov DI Yogyakarta.
- Penilaian internal (dari pegawai): 83,78
- Penilaian eksternal (dari masyarakat/pengguna layanan): 91,19
- Penilaian eksper/ahli: 73,72
- Faktor koreksi prevalensi korupsi: 0
- Faktor koreksi indikasi pengondisian pelaksanaan survei: 3,11
Berikut 10 unit kerja dengan skor integritas tertinggi di Pemprov DI Yogyakarta berdasarkan komponen penilaian internal SPI 2025.
- Dinas Kesehatan: 90,72
- Dinas Sosial: 88,93
- Badan Kepegawaian Daerah: 88,5
- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga: 87,56
- Paniradya Kaistimewan: 85,92
- Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah: 85,85
- Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral: 85,78
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan: 85,74
- Badan Penghubung Daerah: 85,43
- Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan): 85,26
Sebagai informasi, jumlah responden pada penilaian internal antar unit kerja bervariasi dari 2 hingga 96 responden.
Berdasarkan kategori skor SPI KPK, skor 0-72,9 tergolong Rentan, 73-77,9 tergolong Waspada, dan 78-100 tergolong terJAGA. Dengan skor 79,41, Pemprov DI Yogyakarta tergolong dalam kategori terJAGA.
(Baca: Pihak Swasta Jadi Pelaku Kasus Korupsi Terbanyak di RI Semester I 2026)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | -0.42 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |