Kena OTT KPK, Ini Kekayaan Dirjen PPTR ATR/BPN Lampri
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Direktur Jenderal Pengendalian Penertiban Tanah dan Ruang (Dirjen PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri menjadi salah satu dari 17 orang yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek, Senin (14/9/2026).
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan proses pengurusan HGB atau hak guna bangunan di wilayah Kabupaten Bogor," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dilansir dari Antara.
Selain Lampri, KPK mengamankan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung dan Kepala Kantah Kota Tangerang Tardi.
Dalam OTT ini, KPK turut menyita uang tunai ratusan milar yang disimpan dalam puluhan koper.
"Tim mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai, yaitu rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an," kata Budi.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Lampri memiliki total kekayaan sebesar Rp7,33 miliar pada 2025.
Sebagian besar hartanya berupa 17 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Nganjuk, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, dengan nilai kumulatif Rp6,59 miliar.
Lampri juga dilaporkan memiliki alat transportasi senilai Rp571,5 juta, serta kas dan setara kas Rp168,42 juta.
Transportasi yang tercatat berupa satu mobil Toyota (2023) serta empat unit motor, yakni Honda Vario (2007), Honda Scoopy (2013), Yamaha 2DP (2016), dan Yamaha SE88 (2016).
Sampai akhir 2025, pejabat yang terkena OTT ini tidak tercatat memiliki utang. Berikut rincian harta kekayaan Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN Lampri menurut LHKPN pada 2025:
- Tanah dan bangunan: Rp6.590.000.000
- Transportasi: Rp571.500.000
- Kas dan setara kas: Rp168.423.388
- Total kekayaan: Rp7.329.923.388
(Baca: Bupati Pemalang Anom Widyantoro Terjaring OTT KPK, Segini Hartanya)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.677 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |