Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHB Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Provinsi Papua Pegunungan sampai dengan kuartal I 2026. Pada kuartal terakhir 31 Maret 2026, nilai sektor ini tercatat 1199.87 Rp miliar, mengalami kenaikan sebesar 17,6 Rp miliar atau tumbuh 1,49 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Selama 9 periode pengamatan sejak kuartal I 2024, tren nilai PDRB sektor ini menunjukkan arah naik, dengan total peningkatan sebesar 13,75 persen dari nilai awal periode.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Seram Bagian Barat | 2005 - 2025)
Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir mencapai 2,31 persen, lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 kuartal terakhir yang tercatat 2,02 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada kuartal III 2025 dengan pertumbuhan 4,79 persen, sedangkan satu-satunya penurunan tercatat pada kuartal IV 2024 turun 2,01 persen. Selama 5 kuartal terakhir, peringkat Papua Pegunungan di lingkup Pulau Papua tetap konsisten di posisi 6, serta bertahan di peringkat 37 secara nasional.
Pada kuartal terakhir, nilai PDRB sektor pertanian Papua Pegunungan berada di bawah tiga provinsi lain di Pulau Papua. Papua Tengah mencatatkan nilai tertinggi sebesar 1782,04 Rp miliar dengan pertumbuhan 3,68 persen dan menduduki peringkat 3 di Pulau Papua. Berikutnya berturut-turut adalah Papua Barat dengan nilai 1329,23 Rp miliar dan Papua Barat Daya dengan nilai 1208,47 Rp miliar, yang masing-masing berada di peringkat 4 dan 5 wilayah pulau.
Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah menduduki peringkat tertinggi ketiga se-Pulau Papua pada kuartal terakhir, dengan nilai PDRB sektor pertanian tercatat 1782,04 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,68 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan penambahan nilai absolut sebesar 63,21 Rp miliar. Secara nasional, Papua Tengah berada di peringkat 34, menjadi wilayah dengan performa terbaik di kelompok provinsi wilayah timur Indonesia pada periode triwulan ini.
(Baca: 6,3% Penduduk di Kabupaten Semarang Masuk Kategori Miskin)
Papua Barat
Di posisi keempat Pulau Papua, Papua Barat mencatatkan nilai PDRB sektor pertanian sebesar 1329,23 Rp miliar pada kuartal I 2026. Pertumbuhan wilayah ini tercatat 0,22 persen, atau hanya mengalami penambahan nilai sebesar 2,88 Rp miliar dibandingkan periode sebelumnya. Secara peringkat nasional, Papua Barat berada di urutan 35, satu tingkat di atas Papua Barat Daya dan dua tingkat di atas Papua Pegunungan.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya menempati peringkat kelima se-Pulau Papua dengan nilai PDRB sektor pertanian 1208,47 Rp miliar pada kuartal terakhir. Wilayah ini tumbuh sebesar 0,92 persen atau bertambah 11,04 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan nilai yang hanya terpaut kurang dari 9 Rp miliar di atas nilai Papua Pegunungan. Secara nasional, provinsi ini berada di urutan 36 dari seluruh provinsi di Indonesia.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menjadi satu-satunya wilayah di luar Pulau Papua dalam daftar perbandingan, dengan nilai PDRB sektor pertanian tercatat 748,41 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 8,75 persen atau berkurang 71,76 Rp miliar dibandingkan kuartal sebelumnya, merupakan penurunan terbesar di antara seluruh wilayah yang dibandingkan. Secara peringkat nasional, DKI Jakarta berada di urutan 38, paling bawah di antara seluruh wilayah yang diamati.