Indonesia Impor Alat Senilai US$ 0,35 Juta dari Eswatini pada 2023

1
Agus Dwi Darmawan 30/03/2026 16:14 WIB
Image Loader
Memuat...
Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari Eswatini pada 2023
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indonesia membukukan impor dengan Eswatini senilai US$ 0,59 juta data per Desember 2023. Nilai turun drastis 66.27% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat senilai US$ 1,76 juta.

Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Eswatini, impor dalam 10 tahun terakhir telah berkurang sangat drastis. Terendah impor Indonesia adalah US$ 0,47 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 3,48 juta.

(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Parigi Moutong Rp.54,89 Juta Data per 2025)

Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Eswatini, 39 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, dari negara ini terdapat 12 produk utama Indonesia yang diimpor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk impor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain.

Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Eswatini. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.

  1. Alat, perkakas, peralatan makan, sendok, dan garpu, dari logam dasar
  2. Masuk dalam kode HS 82, Alat, perkakas, peralatan makan, sendok, dan garpu, dari logam dasar merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan bagian-bagian dari logam dasar. Impor produk ini dari Eswatini berada di urutan pertama. Dari negara ini, Indonesia mengimpor senilai US$ 0,35 juta. Nilai impor Alat, perkakas, peralatan makan, sendok, dan garpu, dari logam dasar; bagian-bagian dari logam dasar. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 1 ribu.

  3. Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. .
  4. Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. . dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 90. Indonesia mengimpor US$ 57 ribu.

  5. Plastik.
  6. Produk lainnya Plastik. dalam kategori produk dengan kode HS 39. Indonesia mengimpor US$ 45 ribu. Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari satu negara. Impor Plastik. dari Eswatini tercatat merupakan yang terbesar. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina, Amerika Serikat. Jerman. Korea, Republik Korea. dan Belgia..

  7. Bahan kimia organik.
  8. (Baca: Provinsi dengan Anggaran Dana bagi Hasil Transfer Dbh Kehutanan - Dana Reboisasi Tertinggi di Indonesia (2017))

    Untuk produk, Indonesia juga mengimpor US$ 36 ribu Bahan kimia organik. dari Eswatini. Nilai impor produk ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 233 ribu. Indonesia melakukan impor produk ini berasal dari satu negara. Impor Bahan kimia organik. dari Eswatini tercatat merupakan yang terbesar. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah China, Amerika Serikat. Irlandia. Swiss. dan Belgia..

  9. Furnitur
  10. Masuk dalam kode HS 94, Furnitur merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan tempat tidur, kasur, alas kasur, bantal, dan perabotan empuk serupa dan. . Indonesia mengimpor US$ 32 ribu atau mencatatkan peningkatan karena pada tahun sebelumnya Indonesia tidak dilaporkan adanya impor dari negara ini. Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari satu negara. Impor Furnitur dari Eswatini tercatat merupakan yang terbesar. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina. Jerman. Italia. Meksiko. dan Vietnam..

Data Populer

Loading...