Indonesia membukukan ekspor dengan Uzbekistan sebesar US$ 11,5 juta data per Desember 2021. Nilai tersebut turun drastis 7,15% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 12,39 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Uzbekistan, ekspor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Terendah ekspor Indonesia adalah US$ 3,45 juta dan untuk ekspor tertinggi di angka US$ 12,39 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Uzbekistan, 0,04 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk ekspor ke tempat ini, merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,02 ribu produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diekspor Indonesia ke Uzbekistan. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler
Masuk dalam kode HS 84, Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler merupakan kelompok produk barang ekspor yang dikategorikan bersama dengan dan bagiannya. Ekspor produk ini ke Uzbekistan berada di urutan pertama. Indonesia mengekspor senilai US$ 3.195 ribu. Nilai ekspor Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler;bagiannya ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 2.985 ribu.
- Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan..
Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan.. dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 34. Dari negara ini, Indonesia mengekspor sebanyak US$ 2.724 ribu.
- Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya
Ekspor Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya ke negara ini berada di urutan 106. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan ekspor senilai US$ 1.875 ribu. Selain negara tersebut, ekspor terbesar Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya dengan tujuan ke Cina, India, Pakistan, Amerika Serikat dan Malaysia.
- Serat pokok buatan manusia
Indonesia juga banyak mengekspor Serat pokok buatan manusia ke Uzbekistan. Nilai ekspor produk ini senilai US$ 1.165 ribu. Pada tahun sebelumnya Indonesia tidak mencatat adanya ekspor ke negara ini. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengekspor Serat pokok buatan manusia ke 102 negara. Ekspor Serat pokok buatan manusia ke negara ini berada di urutan 64. Negara lain yang masuk lima besar tujuan ekspor adalah Turki, Pakistan, Bangladesh, Jepang dan India.
- Persiapan yang dapat dimakan lain -lain
Ekspor produk lainnya adalah Persiapan yang dapat dimakan lain -lain sebanyak US$ 799 ribu. Nilai ekspor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 366 ribu. Selain Uzbekistan, Indonesia juga mengandalkan ekspor Persiapan yang dapat dimakan lain -lain ke Filipina, Singapura, Malaysia, Arab Saudi dan Thailand. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengekspor produk ini ke 126 negara lainnya.