Provinsi Kalimantan Barat pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 359,77 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 63 barang-barang kayu dan gabus, provinsi ini pada Februari 2026 lalu turun menjadi 23,86 ribu ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Februari 2025 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 76,26 ribu ton.
(Baca: Harga Timah Naik Menjadi US$55.405 per Ton per Selasa, 12 Mei 2026)
Kalimantan Barat dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 22 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode lain lain .
(Baca: Nilai Ekspor SITC Kode 75 Mesin Kantor dan Pengolah Data Periode 2020-2026)
Data historis 11 bulan terakhir, ekspor dari Kalimantan Barat dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada April 2025 sebesar 3,74 juta ton dan terendahnya terjadi pada Februari 2026 dengan volume ekspor 23,86 ribu ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Kalimantan Barat menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode lain lain 241,81 juta ton
- SITC kode 27 pupuk dan mineral alam lainnya 84,9 juta ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 59,31 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 31,61 juta ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 14,42 juta ton
- SITC kode 43 olahan minyak dan lemak nabati dan hewani 8,7 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 7,94 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 615,63 ribu ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 219,32 ribu ton
- SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya 166,61 ribu ton