Indonesia membukukan impor dengan Tanah penggembalaan US$ 86 ribu data per Desember 2020. Nilai tersebut turun drastis 73,04% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 0,32 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Tanah penggembalaan, impor dalam 10 tahun terakhir telah mengalami penurunan cukup dalam. Terendah impor Indonesia adalah US$ dua ribu dan untuk impor tertinggi di angka US$ 3,24 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Tanah penggembalaan, 0,03 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada satu produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Tanah penggembalaan. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Ikan dan krustasea, moluska dan invertebrata air lainnya
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Ikan dan krustasea, moluska dan invertebrata air lainnya. Dalam klasifikasi tradmap, Ikan dan krustasea, moluska dan invertebrata air lainnya masuk kategori produk HS dengan kode 03.
Pada 2020, Indonesia tercatat mengimpor US$ 86 ribu. Nilai impor Ikan dan krustasea, moluska dan invertebrata air lainnya ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 318 ribu.
- Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan
Masuk dalam kode HS 08, Buah dan kacang -kacangan yang dapat dimakan merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan dan kulit buah atau melon jeruk. Dari negara ini, Indonesia mengimpor sebanyak US$ 0 ribu.
- Kendaraan selain stok kereta api atau trem, dan suku cadang dan aksesorinya
Indonesia juga banyak mengimpor Kendaraan selain stok kereta api atau trem, dan suku cadang dan aksesorinya dari Tanah penggembalaan. Nilai impor produk ini sebanyak US$ 0 ribu. Pada tahun sebelumnya Indonesia tidak mencatat adanya impor dari negara ini. Impor Kendaraan selain stok kereta api atau trem, dan suku cadang dan aksesorinya dari Tanah penggembalaan tercatat berada di urutan 172. Selain negara tersebut, impor terbesar Kendaraan selain stok kereta api atau trem, dan suku cadang dan aksesorinya berasal dari Jepang, Cina, Thailand, India dan Brazil. Indonesia juga tercatat mengimpor produk ini dari 84 negara. .
- Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka
Indonesia melakukan impor produk ini berasal dari 62 negara. Impor Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka dari negara ini berada di urutan 158. Pada 2020, Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak US$ 0 ribu. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab.
- Besi dan baja
Impor Besi dan baja dari negara ini berada di urutan 162. Pada 2020, Indonesia tercatat melakukan impor US$ 0 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Besi dan baja berasal dari Cina, Jepang, Korea, Republik, Afrika Selatan dan India.