Provinsi Bali pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 5.607,42 ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 63 barang-barang kayu dan gabus, ekspor dari provinsi ini pada Januari 2026 tercatat turun menjadi 572,58 ribu ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 640,11 ribu ton.
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
Bali dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya .
(Baca: Indeks FAO: Harga Pangan September 2024 Naik)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Bali dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Maret 2025 sebesar 867,81 ribu ton dan terendahnya terjadi pada November 2025 dengan volume ekspor 447,08 ribu ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Bali menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 2,48 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 2,48 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 638,2 ribu ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 638,2 ribu ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 572,58 ribu ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 572,58 ribu ton
- SITC kode lain lain 434,69 ribu ton
- SITC kode lain lain 434,69 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 418,09 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 418,09 ribu ton