Nilai Impor Kedelai Terus Turun sejak 2018

1
Dwi Hadya Jayani 03/06/2021 15:00 WIB
Image Loader
Memuat...
Nilai Impor Kedelai (2015-Maret 2021)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indonesia tak bisa lepas dari impor kedelai. Komoditas tersebut selalu didatangkan dari luar negeri setiap tahunnya karena dibutuhkan untuk produksi tahu dan tempe. Pasalnya, pasokan kedelai lokal belum mampu mencukupi kebutuhan pasar di Indonesia.

Meski demikian, nilai impor kedelai tercatat terus menurun sejak 2018. Ketika itu, nilai impor kedelai turun 4,14% menjadi US$ 1,1 miliar. Setahun setelahnya, nilai impor kedelai berkurang 3,49% menjadi US$ 1,06 miliar.

Nilai impor kedelai kembali menurun 5,74% menjadi US$ 1 miliar pada 2020. Adapun sejak Januari-Maret 2021, pemerintah telah mengimpor 699,7 ribu ton kedelai dengan nilai US$ 371,3 juta.

(Baca: Indonesia Paling Banyak Impor Pupuk dari Tiongkok)

Data Pasar

Macro update by
13 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.868 +0.05
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...