Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2025 mencapai 54852 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 53006 rupiah. Selama periode 8 tahun pengamatan mulai tahun 2018, tercatat nilai pengeluaran untuk perawatan kulit di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun setiap tahunnya.
(Baca: Bulan Juli, Inflasi Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Kota Madiun Sebesar 0,85%)
Dari catatan historis, kenaikan tertinggi pengeluaran perawatan kulit terjadi pada tahun 2022 dengan persentase kenaikan sebesar 40,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2019 dengan penurunan sebesar 6,6 persen. Tercatat hanya pada tahun 2019, 2021 dan 2023 saja pengeluaran untuk kategori ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Rokan Hilir hanya menyumbang sekitar 24 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk kecantikan. Nilai ini juga jauh dibawah pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi yang mencapai 157478 rupiah, serta pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 161886 rupiah per orang setiap bulannya. Bahkan nilai pengeluaran perawatan kulit masih lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hilir menempati urutan ke 11 dari 12 kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Hanya Kota Dumai yang memiliki nilai pengeluaran perawatan kulit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Rokan Hilir pada tahun yang sama. Sementara secara nasional, wilayah ini menempati peringkat ke 262 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Provinsi Riau pada tahun 2025 dengan nilai mencapai 129899 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 46,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, jauh diatas rata-rata pertumbuhan seluruh wilayah di provinsi ini. Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, Kota Pekanbaru juga konsisten menempati peringkat pertama se-Provinsi Riau selama beberapa tahun terakhir.
(Baca: PDRB Kabupaten Mamuju Tengah 2025: Rp5,19 Triliun, Tumbuh 5,08 Persen)
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Pelalawan menempati urutan kedua untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2025 dengan nilai 79027 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 34,1 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi pertumbuhan terbesar kedua setelah Kota Pekanbaru. Sementara untuk total pengeluaran makanan per kapita, Kabupaten Pelalawan justru melampaui Kota Pekanbaru dan menempati peringkat pertama seluruh wilayah di Provinsi Riau.
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Bengkalis mencatatkan pengeluaran perawatan kulit sebesar 72734 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, menempati urutan ketiga se-Provinsi Riau. Pertumbuhan pengeluaran kategori ini di wilayah ini tercatat sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Bengkalis menempati peringkat ketiga seluruh wilayah di provinsi, hanya berada dibawah Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekanbaru.
Kota Dumai
Kota Dumai menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Riau yang mengalami penurunan pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2025, dengan penurunan sebesar 29,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini hanya mencapai 47561 rupiah per kapita per bulan, menjadikannya wilayah dengan nilai terendah se-Provinsi Riau. Meskipun demikian, untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan Kota Dumai masih menempati urutan ketiga seluruh wilayah di provinsi ini.