Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Simalungun pada tahun 2024 adalah Rp152.063 per kapita per bulan.
Angka ini menunjukkan sedikit kenaikan sebesar 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Simalungun cenderung fluktuatif. Pada tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp102.602, lalu meningkat signifikan 26.2% di tahun 2019 menjadi Rp129.514. Sempat mengalami penurunan tipis pada tahun 2020 dan 2021, kemudian kembali melonjak di tahun 2022 dan 2023 sebelum akhirnya mengalami perlambatan pertumbuhan di tahun 2024.
(Baca: Perkembangan Inflasi (m-to-m) Kota Probolinggo 6 Bulan Terakhir)
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini mencerminkan bagian dari total pengeluaran masyarakat Simalungun. Data pendukung menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa mencapai Rp211.090. Dengan demikian, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai sekitar 72,03% dari total pengeluaran tersebut. Angka ini menggambarkan alokasi signifikan dari anggaran rumah tangga untuk konsumsi rokok dan tembakau.
Secara peringkat, besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Simalungun menduduki peringkat 52 di Pulau Sumatera. Di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara, Simalungun berada di urutan ke-11. Sementara secara nasional, kabupaten ini menempati urutan ke-129.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara, Kabupaten Karo mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024, yaitu Rp208.639. Kabupaten Padang Lawas mengalami pertumbuhan signifikan 25.9%, dengan nilai pengeluaran mencapai Rp168.786. Kabupaten Labuhan Batu Selatan mencatatkan pengeluaran Rp167.222 dengan pertumbuhan 6.4%. Kota Tanjung Balai dengan nilai Rp164.194 mengalami pertumbuhan 19.2%. Sedangkan Kabupaten Padang Lawas Utara, mencatatkan nilai Rp161.856, namun mengalami penurunan -3.6%.
(Baca: Perkembangan Inflasi (m-to-m) Kota Probolinggo 6 Bulan Terakhir)
Kota Medan
Berdasarkan data BPS, Kota Medan menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.078.461 pada tahun 2024, meningkat 2.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Medan menduduki peringkat pertama se-Sumatera Utara untuk kategori ini. Sementara, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Medan mencapai Rp1.950.826, mengalami penurunan -12.8% dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menduduki peringkat pertama di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp872.365.
Kota Tebing Tinggi
Kota Tebing Tinggi menunjukkan pertumbuhan tertinggi dalam pengeluaran bukan makanan, yaitu sebesar 41.1% menjadi Rp857.842. Hal ini menempatkan Kota Tebing Tinggi pada peringkat kedua se-Sumatera Utara dalam kategori pengeluaran bukan makanan. Namun, untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Tebing Tinggi mencatatkan Rp1.698.076, meningkat 9.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp840.234, menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi yang berbeda dibandingkan dengan Kota Medan.
Kota Binjai
Kota Binjai menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp737.849 pada tahun 2024, meningkat 27.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menempatkan Kota Binjai pada peringkat ketiga se-Sumatera Utara dalam kategori tersebut. Untuk pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan, Kota Binjai mencapai Rp1.574.094, meningkat 12.4%. Adapun, pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp836.245, menunjukkan adanya peningkatan konsumsi di berbagai sektor.
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp1.035.928 pada tahun 2024, meningkat 19.5% dibandingkan tahun sebelumnya, dan menduduki peringkat pertama di Sumatera Utara. Namun, untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kabupaten Karo mencapai Rp1.563.884, mengalami penurunan -5.9%. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp527.956, meningkat 14.5%.