Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2025 mencapai 41341 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 22,5 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih tambahan pengeluaran sebesar 7591,5 rupiah per orang setiap bulannya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 2 (Per Kg) di Pasar Modern di Jawa Barat | 2026)
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, catatan pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 20,1 persen, kemudian naik kembali pada tahun 2020 sebesar 18,4 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 38,9 persen, sedangkan penurunan terdalam hanya terjadi pada awal periode yaitu tahun 2019.
Besar pengeluaran perawatan kulit ini menyumbang sekitar 24 persen dari total pengeluaran bulanan masyarakat untuk kategori kecantikan. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran barang dan jasa, nilai pengeluaran perawatan kulit mencapai sekitar 24 persen dari pengeluaran kecantikan, dan sekitar 8,2 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi per kapita setiap bulan.
Untuk tahun 2025, Kabupaten Lampung Timur berada di peringkat 11 dari 15 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Lampung untuk kategori pengeluaran perawatan kulit. Di atas wilayah ini berturut-turut terdapat Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Tulang Bawang yang mencatat pengeluaran perawatan kulit lebih tinggi.
Kota Metro
Kota Metro mencatat pengeluaran perawatan kulit tertinggi seprovinsi pada tahun 2025 dengan nilai 80785 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sedikit sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini juga menempati peringkat kedua untuk total pengeluaran bukan makanan se-Lampung dengan nilai 1024894 rupiah per kapita per bulan, setelah hanya kalah dari Kota Bandar Lampung. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di Kota Metro mencapai 11,3 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di seluruh provinsi tahun ini.
(Baca: Statistik Luas Tanaman Kelapa Periode 2013-2024)
Kota Bandar Lampung
Sebagai ibukota provinsi, Kota Bandar Lampung menduduki peringkat pertama untuk seluruh kategori pengeluaran total baik makanan maupun bukan makanan. Meskipun pengeluaran perawatan kulit tahun 2025 mencapai 64184 rupiah dan berada di peringkat kedua seprovinsi, wilayah ini justru mencatat penurunan sebesar 15,8 persen dibandingkan tahun 2024. Total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat di wilayah ini mencapai 2013796 rupiah untuk seluruh kategori kebutuhan.
Kabupaten Lampung Selatan
Kabupaten Lampung Selatan mencatat pengeluaran perawatan kulit sebesar 55902 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, mengalami kenaikan sebesar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di peringkat ketiga untuk kategori pengeluaran perawatan kulit, dan menempati peringkat kesembilan untuk total pengeluaran bukan makanan seprovinsi. Pertumbuhan pengeluaran makanan di wilayah ini tercatat naik sebesar 3,6 persen pada tahun berjalan.
Kabupaten Tanggamus
Kabupaten Tanggamus menjadi wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit terendah se-Provinsi Lampung pada tahun 2025 dengan nilai 33684 rupiah per kapita per bulan. Meskipun demikian, wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 15,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kabupaten Tanggamus berada di urutan terakhir seprovinsi dengan nilai 1097508 rupiah per kapita setiap bulannya.