Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Karawang pada tahun 2024 sebesar 79.152 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 80.982 rupiah. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Provinsi Jambi Ekspor 9,72 Juta Ton Buah Buahan dan Sayur Sayuran)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Karawang sebesar 313.746 rupiah, sehingga pengeluaran sabun mandi menyumbang sekitar 25,2 persen dari total pengeluaran tersebut. Dibandingkan pengeluaran untuk perawatan yang mencapai 73.158 rupiah, pengeluaran sabun mandi sedikit lebih tinggi, sedangkan untuk kecantikan sebesar 43.113 rupiah yang jauh lebih rendah dari pengeluaran sabun mandi.
Dari tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Karawang mengalami fluktuasi yang jelas. Pada tahun 2018, angka tersebut sebesar 58.741 rupiah, kemudian turun sedikit menjadi 55.087 rupiah pada 2019. Tahun 2020 mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,6 persen menjadi 64.237 rupiah, diikuti kenaikan sedikit 2,3 persen pada 2021 menjadi 65.695 rupiah. Kenaikan berlanjut pada 2022 sebesar 8,4 persen menjadi 71.215 rupiah, dan mencapai pengeluaran tertinggi pada 2023 sebesar 80.982 rupiah sebelum turun sedikit pada 2024.
BPS mencatat bahwa pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Karawang menempati peringkat ke-8 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Barat pada tahun 2024. Di tingkat pulau Jawa, wilayah ini berada di peringkat ke-25, dan di seluruh Indonesia peringkat ke-125. Peringkat ini tetap sama dibandingkan tahun sebelumnya, karena tidak ada pergeseran signifikan dalam urutan pengeluaran sabun mandi antar wilayah seprovinsi.
Beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat memiliki pengeluaran sabun mandi yang lebih tinggi dari Kabupaten Karawang pada tahun 2024. Kota Bekasi berada di peringkat pertama dengan pengeluaran 146.439 rupiah, meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Depok berada di peringkat kedua dengan 125.490 rupiah dan mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,8 persen. Kota Bandung di peringkat ketiga dengan 101.215 rupiah, mengalami penurunan sebesar 13,5 persen. Kota Bogor di peringkat keempat dengan 97.979 rupiah dan penurunan 10,5 persen, serta Kabupaten Bekasi di peringkat kelima dengan 87.848 rupiah dan penurunan sedikit 1,6 persen.
Kota Bekasi
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Puncak Jaya 2018 - 2024)
Kota Bekasi memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.908.316 rupiah pada tahun 2024, yang mengalami pertumbuhan sebesar 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini sebesar 3.132.705 rupiah, dengan pertumbuhan 9,4 persen. Rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai 1.224.388 rupiah, naik sebesar 21,3 persen. Kota Bekasi menempati peringkat pertama di Jawa Barat untuk ketiga indikator tersebut, menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi.
Kota Depok
Kota Depok mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.674.594 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 12,8 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2.823.253 rupiah, naik sedikit sebesar 3,6 persen. Rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai 1.148.659 rupiah, dengan kenaikan 9 persen. Wilayah ini berada di peringkat kedua di Jawa Barat untuk ketiga indikator, menunjukkan tingkat konsumsi yang hampir sama tinggi dengan Kota Bekasi meskipun pertumbuhannya lebih rendah.
Kota Bandung
Kota Bandung memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.382.176 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 12,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2.378.240 rupiah, turun sebesar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai 996.064 rupiah, naik sebesar 17,7 persen. Wilayah ini berada di peringkat ketiga di Jawa Barat untuk pengeluaran bukan makanan dan total, serta peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan, menunjukkan bahwa penurunan total pengeluaran disebabkan oleh penurunan pengeluaran bukan makanan yang signifikan.
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bekasi mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 967.482 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 3,4 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1.898.978 rupiah, turun sedikit sebesar 4,6 persen. Rata-rata pengeluaran untuk makanan mencapai 931.496 rupiah, naik sebesar 13,8 persen. Wilayah ini berada di peringkat keenam di Jawa Barat untuk pengeluaran bukan makanan, peringkat keenam untuk total pengeluaran, dan peringkat keempat untuk pengeluaran makanan, menunjukkan bahwa masyarakat lebih fokus pada pengeluaran makanan dibandingkan bukan makanan dibandingkan kota-kota besar di provinsi.