Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di kabupaten puncak jaya, provinsi papua tengah, pada tahun 2024 sebesar 229.814 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 40,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 383.965 rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya adalah minus 154.150 rupiah, sehingga posisi kabupaten puncak jaya tetap berada di rank pertama di antara kabupaten/kota seprovinsi papua tengah dan rank ketiga di pulau papua untuk kategori ini.
(Baca: Volume Ekspor SITC Kode 42 Minyak dan Lemak Nabati Periode 2020-2026)
BPS juga memberikan data bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten puncak jaya adalah 529.794 rupiah. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang sekitar 43,4 persen dari total pengeluaran tersebut. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi yang sebesar 188.906 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau masih lebih tinggi sebesar 40.908 rupiah.
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di kabupaten puncak jaya menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Tahun 2021 mencatat pengeluaran tertinggi sebesar 672.625 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 126,1 persen dibandingkan tahun 2020. Namun, setelah tahun tersebut terjadi penurunan pada tahun 2022 sebesar 51,7 persen, lalu naik sedikit sebesar 18,1 persen pada tahun 2023, dan kembali turun sebesar 40,1 persen pada tahun 2024.
BPS menyatakan bahwa kabupaten puncak jaya masih memegang rank pertama untuk pengeluaran rokok dan tembakau di provinsi papua tengah pada tahun 2024. Diikuti oleh kabupaten mimika dengan pengeluaran sebesar 214.697 rupiah (pertumbuhan 4,3 persen), kabupaten nabire dengan 171.467 rupiah (pertumbuhan 2,8 persen), kabupaten intan jaya dengan 89.216 rupiah (penurunan 68,5 persen), dan kabupaten paniai dengan 81.073 rupiah (penurunan 4,5 persen). Semua kabupaten ini termasuk lima besar dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di provinsi papua tengah.
Kabupaten Puncak Jaya
BPS mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di kabupaten puncak jaya pada tahun 2024 sebesar 919.773 rupiah, mengalami penurunan sebesar 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.174.903 rupiah. Ranknya tetap di posisi pertama di antara kabupaten/kota seprovinsi papua tengah untuk kategori ini. Selain itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 2.808.386 rupiah, turun sebesar 7,6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sendiri naik sedikit sebesar 5,1 persen menjadi 1.888.613 rupiah per kapita sebulan, yang membuat ranknya tetap di posisi pertama untuk kategori ini di provinsi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Utara 2015 - 2024)
Kabupaten Mimika
BPS memberikan data bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di kabupaten mimika pada tahun 2024 sebesar 850.183 rupiah, naik sebesar 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 754.416 rupiah. Ranknya berada di posisi kedua di provinsi papua tengah. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, nilai turun sebesar 21,9 persen menjadi 1.735.786 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran untuk makanan naik sebesar 16,4 persen menjadi 885.603 rupiah, yang membuat ranknya berada di posisi ketiga untuk kategori ini di provinsi.
Kabupaten Nabire
BPS mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di kabupaten nabire pada tahun 2024 sebesar 840.637 rupiah, naik sebesar 23,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 678.847 rupiah. Ranknya berada di posisi ketiga di provinsi papua tengah. Pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan turun sebesar 9,7 persen menjadi 1.636.282 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran untuk makanan naik sebesar 8,1 persen menjadi 795.645 rupiah, dengan rank keempat di provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Intan Jaya
BPS memberikan data bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di kabupaten intan jaya pada tahun 2024 sebesar 412.490 rupiah, naik sebesar 61,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 255.812 rupiah. Ranknya berada di posisi keempat di provinsi papua tengah. Pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan turun sebesar 42,4 persen menjadi 1.374.300 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran untuk makanan naik sebesar 61 persen menjadi 961.810 rupiah, yang membuat ranknya berada di posisi kedua untuk kategori ini di provinsi.