Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, mencapai 53.006 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluarannya sebesar 45.138 rupiah. Selisih pengeluaran perawatan kulit antara tahun 2024 dan 2023 mencapai 7.868 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 22,7 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang mencapai 233.517 rupiah.
(Baca: 5,4% Penduduk di Kota Kediri Beragama Protestan)
Dari data historis periode 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Rokan Hilir menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluarannya sebesar 31.783 rupiah, lalu sedikit turun menjadi 29.700 rupiah pada 2019. Tahun 2020 terjadi kenaikan signifikan menjadi 38.262 rupiah, sebelum sedikit turun ke 36.112 rupiah pada 2021. Kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2022, di mana pengeluaran melonjak menjadi 50.823 rupiah, sebelum sedikit turun ke 45.138 rupiah pada 2023 dan kembali naik ke 53.006 rupiah pada 2024. Pengeluaran tertinggi dalam periode ini dicapai pada tahun 2024, sedangkan terendahnya pada tahun 2019.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hilir menempati peringkat ke-10 dalam pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Peringkat teratas di provinsi ini dipegang oleh Kota Pekanbaru dengan pengeluaran 88.443 rupiah, diikuti oleh Kabupaten Kampar (70.770 rupiah), Kota Dumai (67.457 rupiah), Kabupaten Bengkalis (64.618 rupiah), dan Kabupaten Rokan Hulu (63.503 rupiah). Pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Rokan Hilir (17,4 persen) lebih tinggi dibandingkan Kota Pekanbaru yang mengalami penurunan 2,3 persen, namun lebih rendah dari pertumbuhan Kabupaten Kampar yang mencapai 32,9 persen.
Dari sisi pengeluaran total per kapita sebulan, rata-rata pengeluaran untuk aneka barang jasa di Kabupaten Rokan Hilir mencapai 233.517 rupiah. Pengeluaran untuk perawatan kulit menyumbang sekitar 22,7 persen dari total ini, dan sekitar 181 persen dari rata-rata pengeluaran untuk kecantikan sebesar 29.424 rupiah. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi (170.517 rupiah) dan rokok serta tembakau (163.269 rupiah), pengeluaran perawatan kulit masih lebih rendah, namun lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi (58.567 rupiah) hanya sedikit.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Data historis pengeluaran non makanan di Kabupaten Rokan Hilir menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,7 persen pada tahun 2024, dari 539.762 rupiah pada 2023 menjadi 543.644 rupiah. Peringkatnya di provinsi Riau untuk kategori ini adalah ke-11, di bawah Kabupaten Kepulauan Meranti (peringkat 10) dan di atas Kabupaten Indragiri Hilir (peringkat 12). Pengeluaran non makanan tertinggi di provinsi ini dimiliki oleh Kota Pekanbaru dengan 1.203.364 rupiah, yang menunjukkan perbedaan signifikan dengan Kabupaten Rokan Hilir.
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru menjadi kabupaten/kota dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Provinsi Riau pada tahun 2024, sebesar 88.443 rupiah per kapita sebulan. Namun, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran non makanan, Kota Pekanbaru juga menduduki peringkat pertama di provinsi dengan pengeluaran 1.203.364 rupiah pada 2024, yang naik sedikit sebesar 1,1 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di kota ini mencapai 927.655 rupiah pada 2024, naik sebesar 5,1 persen dari tahun sebelumnya, menjadikannya peringkat pertama di provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kampar menempati peringkat kedua dalam pengeluaran perawatan kulit di Provinsi Riau tahun 2024, dengan angka 70.770 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran ini sangat signifikan, mencapai 32,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran non makanan di wilayah ini sebesar 630.817 rupiah pada 2024, naik sedikit sebesar 0,5 persen dari tahun sebelumnya, dengan peringkat ke-9 di provinsi. Pengeluaran makanan di Kabupaten Kampar mencapai 776.867 rupiah pada 2024, naik sebesar 3,5 persen dari tahun sebelumnya, menduduki peringkat ke-7 di provinsi.