Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Rokan Hilir pada 2024 tercatat sebesar Rp53.006/kapita/bulan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 17.4% dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pengeluaran tercatat sebesar Rp45.138/kapita/bulan, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp233.517, pengeluaran untuk perawatan kulit ini hanya merupakan sebagian kecil. Begitu pula jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi (Rp170.517) atau rokok dan tembakau (Rp163.269), proporsi pengeluaran untuk perawatan kulit relatif lebih rendah. Namun, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran untuk kecantikan (Rp29.424) dan sabun mandi (Rp58.567).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Sambas | 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Rokan Hilir mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Sempat mengalami penurunan sebesar 6.6% pada 2019, kemudian melonjak tinggi sebesar 28.8% pada 2020. Setelah itu, terjadi sedikit penurunan sebesar 5.6% pada 2021, diikuti lonjakan signifikan sebesar 40.7% pada 2022. Pada 2023, terjadi penurunan lagi sebesar 11.2% sebelum akhirnya kembali naik pada 2024. Data ini menunjukkan bahwa minat dan kemampuan masyarakat untuk berbelanja produk perawatan kulit memiliki perubahan setiap tahunnya.
Peningkatan pengeluaran pada 2024 menunjukkan adanya peningkatan kesadaran atau prioritas masyarakat terhadap perawatan kulit. Hal ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan gaya hidup, pengaruh media sosial, atau peningkatan pendapatan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi di kabupaten tersebut turut mendorong peningkatan alokasi dana masyarakat untuk sektor ini.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hilir menempati urutan ke-10 dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit pada 2024. Kota Pekanbaru menempati urutan pertama dengan pengeluaran sebesar Rp88.443/kapita/bulan. Secara nasional, Kabupaten Rokan Hilir berada di peringkat 259.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Rokan Hilir pada 2024 adalah Rp543.644, tumbuh 0.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp1.270.996, tumbuh 2.6% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pengeluaran masyarakat secara umum mengalami kenaikan, meskipun tidak terlalu signifikan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi di Kota Metro 2018 - 2024)
Kenaikan tertinggi pengeluaran untuk perawatan kulit terjadi pada 2022, yaitu sebesar 40.7%. Sementara penurunan terendah terjadi pada 2019, yaitu sebesar 6.6%. Anomali terjadi pada 2022, di mana pengeluaran melonjak sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten/kota lain di Riau, Kota Pekanbaru mencatat pengeluaran untuk perawatan kulit sebesar Rp88.443 dengan penurunan -2.3%. Kabupaten Kampar mencatat Rp70.770 dengan pertumbuhan 32.9%. Kota Dumai sebesar Rp67.457 dengan pertumbuhan 30.6%. Kabupaten Bengkalis sebesar Rp64.618 dengan pertumbuhan 8.6%. Kabupaten Rokan Hulu sebesar Rp63.503 dengan penurunan -4.6%, dan Kabupaten Siak sebesar Rp61.292 dengan pertumbuhan 4.3%.
Kota Pekanbaru
Sebagai ibukota Provinsi Riau, Kota Pekanbaru memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tertinggi, yaitu sebesar Rp1.203.364 pada 2024, meningkat 1.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat yang lebih tinggi di wilayah perkotaan ini.
Kota Dumai
Kota Dumai mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan, yaitu sebesar 14.5%, mencapai Rp886.635 pada 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi di kota pelabuhan tersebut.
Kabupaten Siak
Kabupaten Siak mencatat pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp822.723 pada 2024, meningkat 12.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa alokasi dana masyarakat untuk sektor pangan cukup tinggi.
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Pelalawan mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan, yaitu sebesar 12.9%, mencapai Rp1.554.873 pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan peningkatan kesejahteraan dan konsumsi masyarakat di wilayah ini.