Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Aceh Barat Daya mencapai Rp177.835 per kapita per bulan pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Aceh Barat Daya cenderung fluktuatif. Sempat mengalami penurunan pada tahun 2019 turun 17.4%, kemudian naik signifikan sebesar 29.8% pada tahun 2020. Setelah itu, terjadi fluktuasi dengan pertumbuhan 4.8%, penurunan -8.4%, kenaikan 19.7%, dan terakhir kenaikan 6.2% di tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Aceh Besar | 2024)
Dengan pengeluaran Rp177.835 per kapita per bulan pada tahun 2024, Kabupaten Aceh Barat Daya berada di peringkat ke-19 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Aceh dan peringkat ke-401 secara nasional. Peringkat ini menunjukkan posisi yang relatif moderat dalam hal konsumsi aneka barang dan jasa dibandingkan dengan daerah lain.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Aceh Barat Daya yang sebesar Rp1.151.163, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 15,45%. Sementara itu, dari total pengeluaran bukan makanan sebesar Rp448.131, aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 39,68%. Hal ini memperlihatkan bahwa porsi pengeluaran untuk aneka barang dan jasa cukup signifikan dalam alokasi belanja masyarakat untuk kebutuhan selain makanan.
Di antara kabupaten/kota lain di Aceh, Kota Sabang mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp429.857, dengan pertumbuhan 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Banda Aceh berada di urutan kedua dengan Rp397.296, tumbuh 1.4%. Kabupaten Bener Meriah mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 16.9%, dengan total pengeluaran Rp362.409. Kabupaten Nagan Raya justru mengalami penurunan -7.2% dengan nilai Rp350.715 dan Kota Lhokseumawe tumbuh tinggi 18.7% dengan nilai Rp310.446.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Barat 2015 - 2024)
Kota Banda Aceh
Kota Banda Aceh memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tertinggi di Aceh, yaitu Rp1.371.277 pada tahun 2024, naik 5.8% dari tahun sebelumnya. Hal ini menempatkan Kota Banda Aceh di peringkat pertama se-Provinsi Aceh untuk kategori ini. Sementara pengeluaran untuk makanan tercatat Rp1.031.407, menempatkan Banda Aceh di posisi kedua setelah Nagan Raya. Total pengeluaran per kapita untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp2.402.683.
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam pengeluaran bukan makanan, yaitu 43.4% menjadi Rp893.134, menempatkannya di posisi kedua se-Provinsi Aceh. Pengeluaran untuk makanan juga naik menjadi Rp798.985, menjadikannya kota dengan pengeluaran makanan tertinggi kedelapan di Aceh. Total pengeluaran per kapita untuk makanan dan bukan makanan adalah Rp1.692.119, menduduki peringkat ketiga di provinsi.
Kota Sabang
Meskipun memiliki pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi, Kota Sabang mencatatkan penurunan 10.2% dalam total pengeluaran per kapita untuk makanan dan bukan makanan, menjadi Rp1.654.567. Pengeluaran untuk bukan makanan tercatat Rp764.253, tumbuh 7.7%, sementara pengeluaran untuk makanan Rp890.314, tumbuh 4.2%. Hal ini menunjukkan alokasi yang berbeda dalam pola konsumsi masyarakat Kota Sabang.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya mencatatkan pengeluaran untuk makanan tertinggi di Aceh, yaitu Rp1.120.129. Namun, total pengeluaran per kapita untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan -15.1% menjadi Rp1.816.186. Pengeluaran untuk bukan makanan tercatat Rp696.057, tumbuh 19.7%. Secara keseluruhan, Nagan Raya menempati urutan kedua dalam total pengeluaran per kapita di Aceh.