Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Serang pada tahun 2025 mencapai 59113 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 9,1 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini merupakan pengeluaran tertinggi yang tercatat selama rentang data 8 tahun terakhir sejak 2018.
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMD Sektor Industri Kayu Periode 2013-2023)
Selama periode 2018 sampai 2025, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 terjadi kenaikan 36,4 persen, kemudian turun 18,9 persen pada tahun 2020. Setelah tahun 2020, nilai pengeluaran kembali naik secara berkelanjutan hingga tahun 2025. Hanya terjadi kenaikan sedikit pada tahun 2021 sebesar 1,1 persen sebelum kembali naik pada tahun berikutnya.
Pengeluaran untuk perawatan kulit ini menyumbang 22,9 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Serang. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran aneka barang dan jasa, nilai perawatan kulit mencapai 22,9 persen. Sementara itu nilai ini sebesar 26,4 persen dari pengeluaran sabun mandi, dan 38,4 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Banten, Kabupaten Serang berada di urutan keempat dari delapan kabupaten dan kota yang ada. Tiga urutan teratas ditempati berturut-turut Kota Tangerang Selatan dengan pengeluaran 176867 rupiah, Kota Cilegon 108983 rupiah, dan Kota Tangerang 107159 rupiah. Di bawah Kabupaten Serang berturut-turut terdapat Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.
Secara nasional, pengeluaran perawatan kulit Kabupaten Serang menempati peringkat 227 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Sedangkan peringkat berdasarkan kelompok pulau Jawa, wilayah ini menempati urutan ke 55. Pada tahun 2025, hanya Kabupaten Pandeglang yang mencatat kenaikan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Serang di wilayah provinsi Banten, yaitu sebesar 23,8 persen.
Kota Tangerang Selatan
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor Konstruksi di DKI Jakarta | 2025)
Kota Tangerang Selatan menjadi wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di seluruh Provinsi Banten pada tahun 2025 dengan nilai 176867 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga menempati urutan pertama untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 2774545 rupiah per kapita, meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini juga tetap menjadi tertinggi meskipun tercatat penurunan 2,6 persen pada tahun yang sama.
Kota Cilegon
Kota Cilegon menempati urutan kedua pengeluaran perawatan kulit di Provinsi Banten dengan nilai 108983 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit tertinggi se-provinsi yaitu 36,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Cilegon berada di urutan ketiga se-provinsi dengan nilai 2233417 rupiah, dan mengalami kenaikan 5,1 persen pada tahun 2025.
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang menempati urutan ketujuh pengeluaran perawatan kulit se-provinsi Banten dengan nilai 38164 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah ini mencatat kenaikan 23,8 persen untuk pengeluaran perawatan kulit, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kota Cilegon. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1115113 rupiah per kapita per bulan, dengan kenaikan 7,3 persen dan menempati urutan kedelapan se-provinsi.
Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak mencatat pengeluaran perawatan kulit terendah se-provinsi Banten pada tahun 2025 dengan nilai 34112 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami penurunan 13,9 persen dibandingkan tahun 2024. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1305350 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan 9,4 persen dan menempati urutan ketujuh dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.