Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Pulau Taliabu pada tahun 2024 sebesar 148.090 rupiah, yang mengalami penurunan sebesar 19,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menyumbang sekitar 71 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang mencapai 208.493 rupiah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Timur Periode 2004 - 2024)
Berdasarkan data historis dari 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Pulau Taliabu menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, nilai pengeluaran ini sebesar 90.624 rupiah, kemudian naik menjadi 107.079 rupiah pada 2019, sedikit naik menjadi 107.847 rupiah pada 2020, turun menjadi 91.335 rupiah pada 2021, naik signifikan menjadi 123.750 rupiah pada 2022, mencapai pengeluaran tertinggi sebesar 184.005 rupiah pada 2023, sebelum turun kembali pada 2024.
Dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat lainnya, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Pulau Taliabu pada 2024 lebih tinggi daripada pengeluaran untuk kecantikan (19.659 rupiah) dan hampir dua kali lipat dari pengeluaran untuk perawatan (64.644 rupiah) serta sabun mandi (59.195 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi di wilayah ini sebesar 114.149 rupiah, yang lebih rendah daripada pengeluaran untuk rokok dan tembakau.
Dalam perbandingan seprovinsi Maluku Utara pada tahun 2024, Kabupaten Pulau Taliabu menempati peringkat kelima dalam pengeluaran rokok dan tembakau. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau di provinsi ini adalah Kabupaten Halmahera Tengah (232.352 rupiah, pertumbuhan 7,2 persen), Kota Ternate (199.074 rupiah, pertumbuhan 21,9 persen), Kota Tidore Kepulauan (191.774 rupiah, pertumbuhan 16,8 persen), Kabupaten Halmahera Timur (184.136 rupiah, pertumbuhan 16 persen), dan Kabupaten Pulau Taliabu (148.090 rupiah, pertumbuhan -19,5 persen).
Kota Ternate
Kota Ternate menempati peringkat pertama dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Maluku Utara pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.257.759 rupiah yang mengalami pertumbuhan sebesar 46,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 2.197.393 rupiah, dengan pertumbuhan 16,3 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu, pengeluaran untuk makanan di Kota Ternate mencapai 939.634 rupiah pada 2024, yang merupakan tertinggi di provinsi dan mengalami pertumbuhan 40,5 persen dari tahun sebelumnya. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di provinsi, menunjukkan daya beli masyarakat Kota Ternate yang lebih kuat dalam berbagai kategori pengeluaran.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kota Metro | 2024)
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Tengah menempati peringkat kedua dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Maluku Utara pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1.118.124 rupiah yang mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 82,8 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini sebesar 2.057.205 rupiah, dengan pertumbuhan hanya 0,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini mencapai 939.081 rupiah pada 2024, yang hampir sama dengan Kota Ternate dan mengalami pertumbuhan 62,7 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang tinggi menunjukkan pergeseran pola konsumsi masyarakat ke barang dan jasa non makanan.
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Halmahera Timur menempati peringkat ketiga dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Maluku Utara pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 753.772 rupiah yang mengalami pertumbuhan 50,3 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini sebesar 1.558.307 rupiah, dengan pertumbuhan 11 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini mencapai 804.535 rupiah pada 2024, yang merupakan ketiga tertinggi di provinsi dan mengalami pertumbuhan 36,5 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengeluaran yang konsisten di kedua kategori menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten ini.
Kota Tidore Kepulauan
Kota Tidore Kepulauan menempati peringkat keempat dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di provinsi Maluku Utara pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 703.880 rupiah yang mengalami pertumbuhan 22,6 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 1.454.975 rupiah, yang mengalami penurunan 16,6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini mencapai 751.095 rupiah pada 2024, yang merupakan keempat tertinggi di provinsi dan mengalami pertumbuhan 20 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan pengeluaran total makanan dan bukan makanan menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi atau faktor ekonomi yang mempengaruhi daya beli masyarakat di kota ini.