Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Paser pada tahun 2025 mencapai 238062 Rupiah. Nilai ini naik sedikit sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun 2024. Pada periode 2018 hingga 2025, tercatat pergerakan nilai pengeluaran ini mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 15,1 persen sebelum kembali naik pada tahun berikutnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kota Gorontalo | 2025)
Pada tahun 2021 terjadi anomali penurunan besar pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini. Sebelumnya pada tahun 2020 nilai pengeluaran tercatat 198593 Rupiah per kapita per bulan, kemudian turun menjadi 168660 Rupiah pada tahun 2021. Penurunan ini merupakan yang terbesar dalam seluruh periode data yang tercatat sejak tahun 2018.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Paser berada di peringkat 9 dari 10 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Hanya Kabupaten Mahakam Hulu yang mencatat nilai pengeluaran lebih rendah dibandingkan Kabupaten Paser pada tahun ini.
Tiga kota teratas di provinsi Kalimantan Timur mencatat nilai pengeluaran jauh di atas Kabupaten Paser. Kota Bontang mencatat 408574 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025 dengan pertumbuhan 23 persen, Kota Balikpapan sebesar 375935 Rupiah, dan Kota Samarinda sebesar 330970 Rupiah. Sementara Kabupaten Penajam Paser Utara yang berada satu peringkat di atas Kabupaten Paser mencatat pertumbuhan hingga 30,8 persen pada tahun yang sama.
Rata-rata pengeluaran total per kapita per bulan Kabupaten Paser pada tahun 2025 mencapai 1829924 Rupiah. Dari nilai total tersebut, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 13 persen dari seluruh pengeluaran masyarakat. Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tiga tahun terakhir bergerak stagnan dengan pertumbuhan di bawah satu persen setiap tahunnya.
Kota Bontang
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Kepulauan Yapen | 2025)
Kota Bontang menempati peringkat pertama seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur untuk total pengeluaran per kapita pada tahun 2025 dengan nilai 2799896 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 1090005 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1709891 Rupiah. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 23 persen yang merupakan salah satu yang tertinggi di provinsi ini.
Kota Balikpapan
Kota Balikpapan berada di peringkat kedua provinsi untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025 dengan nilai 2753802 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini hanya mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 1084114 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1669688 Rupiah. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, pengeluaran makanan di Kota Balikpapan mengalami penurunan sebesar 1,9 persen pada tahun ini.
Kabupaten Berau
Kabupaten Berau menempati peringkat ketiga provinsi untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025 dengan nilai 2455009 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 1062237 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1392772 Rupiah. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 13,6 persen yang lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan provinsi.
Kota Samarinda
Kota Samarinda berada di peringkat kelima provinsi untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025 dengan nilai 2285414 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mengalami penurunan total pengeluaran sebesar 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 980656 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1304758 Rupiah. Penurunan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 13,4 persen yang merupakan penurunan terbesar di seluruh kabupaten dan kota Kalimantan Timur tahun ini.