Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 mencapai 49676 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 44259 rupiah. Pada periode yang sama, terjadi penambahan nilai pengeluaran sebesar 5417 rupiah per orang setiap bulannya untuk kebutuhan barang kebersihan dasar ini.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Boalemo untuk Membeli Bahan Minuman per Minggu)
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran rumah tangga, pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Jepara menyumbang 2,1 persen dari rata-rata total pengeluaran barang dan jasa per kapita. Nilai ini berada di bawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 142840 rupiah, juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran perawatan tubuh sebesar 66346 rupiah per kapita per bulan. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan jadi masih mendominasi pengeluaran masyarakat dengan nilai mencapai 200669 rupiah per orang setiap bulan.
Selama kurun waktu delapan tahun terakhir mulai dari 2018, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Jepara mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 20,9 persen yang menjadi penurunan terbesar dalam periode pengamatan. Setelah itu terjadi kenaikan berturut-turut hingga tahun 2022 yang mencatatkan pengeluaran tertinggi sebesar 53872 rupiah per kapita. Kemudian terjadi penurunan sedikit selama dua tahun berturut-turut sebelum kembali naik pada tahun 2025.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah se-Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Jepara menempati urutan ke 29 dari total 35 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Lima wilayah dengan pengeluaran tertinggi pada kategori ini adalah Kota Semarang dengan 109645 rupiah, Kota Surakarta 95720 rupiah, Kota Salatiga 89228 rupiah, Kabupaten Sragen 79577 rupiah dan Kabupaten Karanganyar 79088 rupiah. Seluruh wilayah teratas tersebut mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun 2025 kecuali Kota Salatiga yang mengalami penurunan sedikit.
Pengeluaran Non Makanan Kabupaten Jepara
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk barang bukan makanan di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 mencapai 562166 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori ini, Kabupaten Jepara menempati urutan ke 33 dari 35 wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Nilai pengeluaran non makanan Kabupaten Jepara masih jauh di bawah Kota Semarang yang menjadi teratas dengan nilai 1548642 rupiah per kapita per bulan, atau hanya mencapai 36 persen dari nilai pengeluaran wilayah teratas tersebut.
(Baca: Statistik Produksi Bawang Merah Periode 2013-2025)
Pengeluaran Total Makanan dan Non Makanan
Total pengeluaran per kapita per bulan untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan di Kabupaten Jepara tahun 2025 tercatat sebesar 1227042 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,6 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Pada kategori ini Kabupaten Jepara menempati urutan ke 30 dari seluruh wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Pertumbuhan pengeluaran total Kabupaten Jepara tercatat lebih tinggi dibandingkan Kota Semarang yang hanya tumbuh 3,1 persen, Kota Salatiga 0,5 persen dan Kota Tegal yang mengalami penurunan sebesar 4,6 persen pada tahun yang sama.
Pengeluaran Kategori Makanan
Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Jepara mencatatkan nilai 664876 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,6 persen dibandingkan tahun 2024. Pada kategori ini Kabupaten Jepara menempati urutan ke 23 dari 35 wilayah di Jawa Tengah. Pertumbuhan pengeluaran makanan Kabupaten Jepara berada di atas rata-rata pertumbuhan provinsi, bahkan lebih tinggi dibandingkan wilayah besar seperti Kota Semarang yang hanya tumbuh 1,7 persen, Kota Surakarta 2,7 persen, serta wilayah yang mengalami penurunan seperti Kota Tegal dan Kabupaten Sukoharjo.
Perbandingan Jangka Panjang Pengeluaran
Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Jepara mencapai 3,5 persen per tahun. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran total masyarakat yang mencapai 4,2 persen per tahun dalam periode yang sama. Meskipun terjadi fluktuasi setiap tahunnya, secara keseluruhan pengeluaran untuk sabun mandi mengalami kenaikan sebesar 25,4 persen dari tahun 2018 hingga tahun 2025. Tidak ditemukan anomali nilai di luar pola pergerakan normal selama delapan tahun periode data pengamatan yang dirilis.