Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kota Prabumulih pada tahun 2024 mencapai 215232 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 233970 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, angka pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun setiap tahun tanpa pola kenaikan konsisten.
(Baca: Prakiraan Cuaca Rembang Hari Ini 22 Juli 2026: Cerah, Suhu 22-31 °C)
Pada rentang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2023. Sedangkan nilai pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2019 dengan angka 155662 rupiah per kapita per bulan. Tercatat ada dua kali penurunan lebih dari 20 persen yaitu pada tahun 2019 sebesar 23,3 persen dan tahun 2021 sebesar 21 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 32,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk posisi perbandingan seprovinsi Sumatera Selatan, Kota Prabumulih berada di urutan ke empat dari seluruh 17 kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Di atasnya berturut-turut adalah Kota Palembang pada urutan pertama, Kabupaten Banyuasin urutan kedua, dan Kota Lubuk Linggau pada urutan ketiga. Secara nasional, kota ini menempati peringkat 287 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan secara wilayah pulau Sumatera berada di peringkat 78.
Data pendukung menunjukkan sebagian besar pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat Kota Prabumulih dialokasikan untuk makanan jadi sebesar 154291 rupiah per kapita per bulan. Setelah itu dialokasikan untuk rokok dan tembakau sebesar 86531 rupiah, sabun mandi 59654 rupiah, perawatan 46496 rupiah, serta kecantikan sebesar 32337 rupiah per kapita setiap bulannya.
Kota Palembang
Sebagai kabupaten kota dengan peringkat tertinggi di Sumatera Selatan, Kota Palembang mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 sebesar 357048 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan positif tertinggi untuk kategori ini. Kota Palembang juga secara konsisten menempati urutan pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita baik makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran masyarakat di provinsi ini.
(Baca: Daftar Saham Volume Perdagangan Terbesar Jelang Tutup Sesi II 22 Juli 2026, Update Pukul 15:40 WIB)
Kabupaten Banyuasin
Kabupaten Banyuasin yang berada di urutan kedua provinsi mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 sebesar 223788 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan sebesar 5,9 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk kategori pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kabupaten ini berada di urutan keempat seprovinsi, sementara untuk pengeluaran makanan saja berada di urutan kedua hanya di bawah Kota Palembang.
Kota Lubuk Linggau
Kota Lubuk Linggau yang berada satu peringkat di atas Kota Prabumulih mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 sebesar 216356 rupiah per kapita per bulan. Berbeda dengan dua wilayah sebelumnya, kota ini mengalami penurunan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini masih berada di urutan keempat seprovinsi, meskipun mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 8,1 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat berada di urutan kelima tepat di bawah Kota Prabumulih untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa, dengan nilai 209159 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, kabupaten ini justru berada di urutan ketiga seprovinsi, dengan nilai total pengeluaran mencapai 1406988 rupiah per kapita per bulan pada tahun terakhir.