Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Madiun untuk sabun mandi mencapai 79905 Rupiah per orang per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya tercatat sebesar 86490 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran tertinggi untuk kebutuhan sabun mandi terjadi pada tahun 2023, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2019 dengan angka 62255 Rupiah.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Situbondo 3,02 Persen)
Sepanjang tujuh tahun periode pengamatan, pengeluaran sabun mandi masyarakat Kota Madiun mengalami pergerakan naik turun secara konsisten. Setelah tahun 2018 tercatat 72877 Rupiah, angka turun pada tahun 2019, naik kembali pada tahun 2020, turun sedikit pada tahun 2021, lalu naik secara bertahap hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2023 sebelum akhirnya turun kembali pada tahun 2024. Kenaikan tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2022 dengan peningkatan sebesar 30,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengeluaran untuk sabun mandi menyumbang sekitar 18 persen dari total pengeluaran warga untuk kategori perawatan pribadi, dan sekitar 3,2 persen dari total rata-rata pengeluaran seluruh barang dan jasa per kapita per bulan di Kota Madiun. Nilai ini juga lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 342580 Rupiah, serta pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 112398 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Jawa Timur, Kota Madiun menempati urutan keempat tertinggi untuk besaran pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Hanya Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Malang yang memiliki nilai pengeluaran sabun mandi per kapita lebih besar dibandingkan Kota Madiun. Secara nasional, Kota Madiun menempati urutan 120 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran ini.
Untuk wilayah dengan peringkat teratas di Jawa Timur, Kota Surabaya mencatat pengeluaran sabun mandi tertinggi pada 2024 sebesar 103566 Rupiah dengan pertumbuhan sedikit naik 3,6 persen. Di urutan kedua, Kabupaten Sidoarjo mencatat 93493 Rupiah dengan penurunan 4,2 persen, diikuti Kota Malang di urutan ketiga dengan 83157 Rupiah dan pertumbuhan sedikit naik 0,3 persen. Sementara Kabupaten Sumenep yang sebelumnya berada di urutan kelima mengalami penurunan besar sebesar 17,3 persen pada tahun 2024.
Kota Surabaya
(Baca: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat, 24 Juli 2026 Turun Jadi Rp2.605.000 per Gram)
Kota Surabaya secara konsisten menempati peringkat pertama di seluruh Jawa Timur untuk seluruh kategori pengeluaran rumah tangga. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2834267 Rupiah, dengan rincian 1138167 Rupiah untuk kebutuhan makanan dan 1696100 Rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Wilayah ini mengalami pertumbuhan total pengeluaran sebesar 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 11,7 persen yang menjadi salah satu kenaikan tertinggi di provinsi ini.
Kota Malang
Sebagai wilayah peringkat kedua di Jawa Timur, Kota Malang mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 2199652 Rupiah per bulan pada tahun 2024. Nilai ini hanya mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pengeluaran bukan makanan justru mengalami penurunan kecil sedangkan pengeluaran makanan naik sebesar 1,3 persen. Peringkat wilayah ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, tetap berada di atas Kabupaten Sidoarjo untuk total pengeluaran rumah tangga.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat ketiga se Jawa Timur dengan total pengeluaran per kapita 2134188 Rupiah per bulan tahun 2024. Wilayah penyangga Kota Surabaya ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 1,3 persen, dengan pengeluaran makanan tumbuh 7,3 persen sedangkan pengeluaran bukan makanan justru mengalami penurunan 3 persen. Jarak nilai pengeluaran antara Kota Malang dan Kabupaten Sidoarjo hanya terpaut sekitar 65 ribu Rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Gresik
Pada urutan keempat seluruh Jawa Timur, Kabupaten Gresik memiliki total pengeluaran per kapita sebesar 1973329 Rupiah per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat pertumbuhan yang cukup baik sebesar 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, baik pengeluaran makanan maupun bukan makanan sama-sama mengalami kenaikan. Peringkat wilayah ini juga tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, tetap menjadi wilayah dengan daya beli terbesar keempat setelah tiga wilayah perkotaan teratas di Jawa Timur.