Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi bulanan Kalimantan Selatan pada Juni 2026 tercapai sebesar 89.512,46 Ton GKG. Nilai bulan terakhir ini berada di atas rata-rata historis keseluruhan periode pencatatan. Rata-rata pertumbuhan produksi 3 bulan terakhir tercatat 12,30 persen, jauh lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan 5 bulan terakhir yang mencapai 167,99 persen. Hal ini menunjukkan terjadi perlambatan laju pertumbuhan pada periode terbaru, meskipun secara umum tren masih bernilai positif.
(Baca: Harga Cabai Merah Besar di Pasar Tradisional Papua Hari Ini Turun ke Rp83 Ribu , Update 23 Juli 2026)
Data historis sejak Januari 2018 menunjukkan fluktuasi produksi yang sangat ekstrem, dimana selisih nilai tertinggi dan terendah mencapai lebih dari 450 kali lipat. Puncak produksi tertinggi sepanjang catatan terjadi pada Agustus 2020 dengan nilai 316.941,88 Ton GKG, sedangkan titik terendah tercatat pada Januari 2024 dengan produksi hanya 700 Ton GKG. Selama 94 bulan pencatatan, tercatat 47 kali terjadi kenaikan produksi dan 46 kali penurunan, tanpa ada periode stagnan sama sekali. Total peningkatan produksi sejak periode pertama mencapai 703,21 persen hingga Juni 2026.
Pada bulan Juni 2026, Kalimantan Selatan menduduki peringkat 1 teratas produksi padi di wilayah Pulau Kalimantan. Secara nasional, provinsi ini menempati urutan ke 11 dari seluruh provinsi di Indonesia. Posisi ini membaik secara signifikan dibanding rata-rata ranking 5 bulan sebelumnya yang sempat berada di urutan 27 hingga 30 secara nasional. Dalam 3 bulan terakhir, ranking provinsi ini terus naik secara bertahap setiap bulannya.
Berikut perbandingan kondisi produksi padi periode yang sama dengan provinsi penghasil padi lainnya secara nasional:
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan menempati urutan pertama nasional untuk produksi padi bulan Juni 2026 dengan nilai produksi tercatat 128.634,7 Ton GKG. Wilayah ini mengalami penurunan produksi sebesar 70,48 persen dibanding bulan sebelumnya, namun tetap mampu mempertahankan posisi teratas secara nasional. Nilai produksi Sulawesi Selatan tercatat 43,7 persen lebih tinggi dibanding Kalimantan Selatan pada periode yang sama. Meski mengalami penurunan besar, wilayah ini masih menjadi pemasok padi terbesar di wilayah timur Indonesia.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat 9 nasional periode Juni 2026 dengan total produksi padi 103.937,05 Ton GKG. Wilayah ini mencatat penurunan produksi sedikit sebesar 3,04 persen dibanding bulan sebelumnya. Dibanding Kalimantan Selatan, nilai produksi Sumatera Barat masih sekitar 16 persen lebih tinggi. Posisi ranking Sumatera Barat relatif stabil di 10 besar nasional selama 4 bulan terakhir, tanpa pergeseran peringkat yang signifikan.
(Baca: Harga Cabai Merah Besar di Pasar Tradisional Jawa Timur Hari Ini Naik ke Rp30,85 Ribu , Update 23 Juli 2026)
Lampung
Lampung menempati urutan ke 10 nasional dengan nilai produksi padi 99.149,77 Ton GKG pada Juni 2026. Wilayah ini mengalami penurunan produksi sebesar 60,09 persen dibanding periode bulan sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan yang cukup besar, Lampung masih berada satu peringkat di atas Kalimantan Selatan secara nasional. Selama 3 bulan terakhir, ranking Lampung selalu berada di jajaran 10 besar nasional secara konsisten.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat tercatat menempati peringkat 12 nasional dengan produksi padi sebesar 79.881,09 Ton GKG untuk periode Juni 2026. Wilayah ini mencatat penurunan produksi sebesar 48,53 persen dibanding bulan sebelumnya. Nilai produksi Nusa Tenggara Barat ini 10,8 persen lebih rendah dibanding produksi Kalimantan Selatan pada periode yang sama. Wilayah ini sebelumnya pernah menempati peringkat 2 nasional pada bulan Maret 2026 lalu.
Aceh
Aceh berada di peringkat 13 nasional periode Juni 2026 dengan total produksi padi tercatat 71.506,88 Ton GKG. Wilayah ini mencatat penurunan produksi sebesar 52,14 persen dibanding bulan sebelumnya. Produksi Aceh tercatat 20,1 persen lebih rendah dibanding Kalimantan Selatan pada periode yang sama. Selama 5 bulan terakhir, ranking Aceh secara konsisten berada di luar 10 besar nasional produksi padi.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati urutan ke 14 nasional untuk periode Juni 2026 dengan nilai produksi padi 59.803,83 Ton GKG. Wilayah ini mengalami penurunan produksi sebesar 30,56 persen dibanding bulan sebelumnya. Nilai produksi Sulawesi Tenggara tercatat 33,2 persen lebih rendah dibanding Kalimantan Selatan pada periode yang sama. Wilayah ini merupakan salah satu dari 3 wilayah di Pulau Sulawesi yang masuk dalam jajaran 15 besar nasional produksi padi.