Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Situbondo mencapai 3,02 persen pada 2025. Angka ini berkurang 0,13 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat 3,15 persen. Sementara, dibandingkan dengan Desember 2023, angkanya turun 0,25 persen .
Sejak Desember 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Situbondo menunjukkan tren kenaikan dari sisi jumlah. Sementara untuk kondisi enam semester pasca pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Situbondo.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Manggarai 184,72 Ribu dan Angka Pengangguran 1,56 Persen)
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 368 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Pengurangan data tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini bisa tergambar dari kondisi jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk yang bekerja. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Situbondo mengalami trend kenaikan dalam 18 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah angkatan kerja sebanyak 424,48 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 12.708 pekerja menjadi 447,2 ribu pekerja pada tahun 2025.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Kendal 4,6 Persen)
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Situbondo mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 410,62 ribu pekerja, kemudian jumlahnya naik dari tahun sebelumnya sebanyak 13.800 pekerja menjadi 434,62 ribu pekerja pada tahun 2025.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Situbondo tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini yang juga terus meningkat di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 5,28 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 4,81 persen .
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Jawa Timur pada 2025 yakni :
- Kabupaten Sidoarjo 5,75 persen
- Kota Malang 5,71 persen
- Kabupaten Gresik 5,47 persen
- Kabupaten Bangkalan 5,31 persen
- Kabupaten Malang 5 persen
- Kota Probolinggo 4,95 persen
- Kota Surabaya 4,85 persen
- Kabupaten Kediri 4,71 persen
- Kota Mojokerto 4,66 persen
- Kota Pasuruan 4,59 persen
Berikut ini sepuluh kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Pamekasan 1,33 persen
- Kabupaten Pacitan 1,4 persen
- Kabupaten Sumenep 1,64 persen
- Kabupaten Ngawi 2,26 persen
- Kabupaten Sampang 2,44 persen
- Kabupaten Bondowoso 2,55 persen
- Kabupaten Probolinggo 2,92 persen
- Kabupaten Situbondo 3,02 persen
- Kabupaten Jember 3,07 persen
- Kabupaten Lumajang 3,08 persen