Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara - Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Konawe tercatat sebesar Rp 150.384 per kapita per bulan pada tahun 2024. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3.3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Konawe yang mencapai Rp 198.843, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 75.6%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan (Rp 630.155), pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi memiliki porsi 23.8%.
(Baca: Jumlah Perceraian di Papua Periode 2019-2024)
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Konawe fluktuatif. Pada tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp 148.025, kemudian turun menjadi Rp 142.574 pada tahun 2019. Penurunan tajam terjadi pada tahun 2020 menjadi Rp 117.208, namun kemudian naik kembali menjadi Rp 127.685 pada tahun 2021. Selanjutnya, pada tahun 2022, pengeluaran sedikit turun menjadi Rp 121.491, sebelum melonjak tajam menjadi Rp 155.487 pada tahun 2023 dan kemudian turun kembali di tahun 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023, dengan pertumbuhan mencapai 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengeluaran masyarakat Kabupaten Konawe secara keseluruhan menunjukkan adanya pertumbuhan, meskipun tidak signifikan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 adalah Rp 1.253.334.
Secara peringkat, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Konawe menduduki peringkat ke-6 di antara kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara pada tahun 2024. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya. Di tingkat pulau Sulawesi, Kabupaten Konawe berada di peringkat ke-41. Sementara secara nasional, Kabupaten Konawe berada di peringkat ke-368.
Berikut perbandingan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Konawe dengan beberapa kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara pada tahun 2024: Kota Kendari: Rp 261.016 (pertumbuhan 8.7%, peringkat 1 se-provinsi) Kabupaten Kolaka Utara: Rp 226.332 (pertumbuhan 23.2%, peringkat 2 se-provinsi) Kabupaten Konawe Utara: Rp 215.315 (pertumbuhan -11.1%, peringkat 3 se-provinsi) Kabupaten Kolaka: Rp 176.040 (pertumbuhan -2.4%, peringkat 4 se-provinsi) Kabupaten Konawe Selatan: Rp 151.221 (pertumbuhan 7.9%, peringkat 5 se-provinsi)
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Serdang Bedagai | 2024)
Kota Kendari
Kota Kendari mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.013.733 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan tipis sebesar 1.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan relatif kecil, angka ini menempatkan Kota Kendari sebagai wilayah dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi di Sulawesi Tenggara. Pengeluaran untuk makanan di kota ini tercatat sebesar Rp 769.676, menunjukkan preferensi masyarakat Kendari terhadap konsumsi di luar kebutuhan pokok. Dengan total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.783.409, Kendari menduduki peringkat pertama di provinsi tersebut.
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 861.907 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 31.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Kendari, menempatkan Konawe Utara di posisi kedua dalam hal pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Tenggara. Pengeluaran untuk makanan di kabupaten ini juga cukup besar, mencapai Rp 812.097, sekaligus menjadi yang tertinggi di provinsi. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Konawe Utara adalah Rp 1.674.005, menempatkannya di peringkat kedua setelah Kota Kendari.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara menunjukkan tren positif dengan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp 859.737 pada tahun 2024, melonjak 22.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengindikasikan peningkatan kesejahteraan dan kemampuan konsumsi masyarakat di luar kebutuhan dasar. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 739.715, mencerminkan pola konsumsi yang seimbang antara kebutuhan primer dan sekunder. Dengan total pengeluaran sebesar Rp 1.599.452, Kolaka Utara berada di urutan ketiga dalam daftar pengeluaran per kapita tertinggi di Sulawesi Tenggara, menunjukkan potensi ekonomi yang terus berkembang.
Kota Bau Bau
Kota Bau Bau mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 735.519 pada tahun 2024, tumbuh 6.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan tidak sebesar wilayah lain, angka ini tetap menunjukkan adanya peningkatan konsumsi di luar kebutuhan pokok. Pengeluaran untuk makanan di kota ini tercatat sebesar Rp 496.616, menunjukkan bahwa sebagian besar pengeluaran masyarakat masih dialokasikan untuk kebutuhan dasar. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Bau Bau adalah Rp 1.232.135, menempatkannya di peringkat keenam di Sulawesi Tenggara, mengindikasikan stabilitas ekonomi yang moderat dengan ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut.