Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Serdang Bedagai pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp181.445 per kapita per bulan.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Serdang Bedagai menduduki peringkat ke-27 di antara kabupaten/kota se-Sumatera Utara, dan peringkat ke-389 secara nasional dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kota Tangerang Selatan | 2024)
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat Serdang Bedagai yang mencapai Rp1.116.247 per kapita per bulan, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa ini hanya menyumbang sekitar 16,25%. Angka ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan proporsi pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan, yang masing-masing mencapai 57,48% dan 42,52% dari total pengeluaran.
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Serdang Bedagai cenderung fluktuatif. Tahun 2022 menjadi tahun pengeluaran tertinggi dengan angka Rp212.061, sementara tahun 2019 menjadi tahun dengan angka terendah yaitu Rp158.858. Pertumbuhan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 25,3%, namun kemudian mengalami penurunan signifikan pada tahun 2023 dan 2024.
Sebagai perbandingan, Kota Medan memiliki pengeluaran untuk aneka barang dan jasa tahun terakhir tertinggi yaitu Rp456.069, namun mengalami penurunan sebesar 27.6%. Kota Binjai memiliki pengeluaran Rp411.545 dengan pertumbuhan 42.4%. Kota Tebing Tinggi mencatatkan pengeluaran Rp405.394, tumbuh 9.8%. Sementara itu, Kota Pematang Siantar memiliki pengeluaran Rp342.762, mengalami penurunan 4.8%. Kabupaten Toba Samosir mencatat pengeluaran Rp309.420 dengan pertumbuhan 30.2%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Serdang Bedagai adalah Rp33.485, untuk makanan jadi Rp167.495, perawatan Rp36.070, rokok dan tembakau Rp128.306, serta sabun mandi Rp43.678.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kota Pekalongan 2018 - 2024)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Serdang Bedagai pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp474.634. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 7,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Serdang Bedagai berada di peringkat ke-21 dari 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara dalam hal rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan. Kabupaten Karo menempati urutan pertama dengan nilai Rp1.035.928 dan pertumbuhan 19,5%.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Serdang Bedagai pada tahun 2024 adalah Rp1.116.247. Angka ini menunjukkan penurunan 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Serdang Bedagai berada di peringkat ke-25 dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Kota Medan berada di urutan teratas dengan Rp872.365 dan pertumbuhan 8,6%.
Kota Medan
Kota Medan menunjukkan pengeluaran bukan makanan tertinggi di Sumatera Utara, yaitu sebesar Rp1.078.461 pada tahun 2024, mengalami kenaikan 2,9% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa warga Kota Medan cenderung memiliki prioritas lebih tinggi terhadap kebutuhan non-primer dibandingkan dengan wilayah lain di provinsi tersebut. Namun pengeluaran makanan juga tinggi dengan angka Rp872.365 yang menduduki urutan ketiga tertinggi se-Sumatera Utara.
Kota Tebing Tinggi
Kota Tebing Tinggi mencatatkan pertumbuhan yang signifikan dalam pengeluaran bukan makanan, mencapai 41,1% dengan nilai Rp857.842. Pertumbuhan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan atau perubahan gaya hidup di kalangan masyarakat Kota Tebing Tinggi, di mana kebutuhan sekunder dan tersier semakin mendapatkan perhatian yang lebih besar. Namun untuk pengeluaran makanan juga sangat tinggi yaitu Rp840.234.
Kota Binjai
Kota Binjai menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dalam pengeluaran bukan makanan dengan angka 27,5%, mencapai nilai Rp737.849. Peningkatan ini bisa jadi mencerminkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat Kota Binjai, yang mulai lebih memperhatikan kualitas hidup dan kebutuhan di luar kebutuhan dasar. Angka ini dibarengi dengan peningkatan pada pengeluaran makanan yaitu Rp836.245 dan menempati urutan ke enam.
Kota Pematang Siantar
Kota Pematang Siantar mencatatkan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp701.280, mengalami pertumbuhan sebesar 7,9%. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan ekonomi yang stabil, di mana masyarakat memiliki daya beli yang cukup untuk memenuhi kebutuhan non-esensial. Pengeluaran untuk makanan sendiri adalah Rp750.714 dan menempati urutan ke-11 tertinggi.