Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2024 mencapai 148808 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 35,2 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 38748 Rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode pengamatan 2018 sampai 2024, angka pertumbuhan 35,2 persen pada tahun 2024 merupakan kenaikan tertinggi yang pernah tercatat untuk wilayah ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jambi 2025)
Dari seluruh pengeluaran masyarakat per kapita sebulan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang 6,87 persen dari total pengeluaran makanan dan bukan makanan yang mencapai 2164495 Rupiah. Jika dibandingkan dengan pengeluaran kategori lain, nilai ini berada dibawah pengeluaran untuk sabun mandi, rokok dan tembakau, serta perawatan pribadi masyarakat Kabupaten Jayawijaya.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sebesar 33,3 persen menjadi 89601 Rupiah, yang merupakan nilai terendah sepanjang periode data. Setelah itu nilai kembali naik hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 sebesar 152484 Rupiah, sebelum turun sedikit pada tahun 2023.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Jayawijaya menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan pertama diduduki oleh Kabupaten Yalimo dengan nilai 151028 Rupiah, diikuti Kabupaten Yahukimo di urutan ketiga, Kabupaten Pegunungan Bintang di urutan keempat dan Kabupaten Lanny Jaya di urutan kelima. Dari seluruh kabupaten di provinsi ini, hanya Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Lanny Jaya yang mencatat pertumbuhan diatas 30 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Yalimo
Kabupaten Yalimo mencatat total pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan sebesar 2822294 Rupiah pada tahun 2024, dan menempati urutan kedua se-provinsi untuk kategori ini. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 17,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara untuk pengeluaran makanan saja tercatat penurunan sebesar 19,2 persen. Meskipun mengalami penurunan di hampir semua kategori, Kabupaten Yalimo tetap menduduki peringkat teratas untuk pengeluaran bukan makanan di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Selayar | 2004 - 2025)
Kabupaten Lanny Jaya
Kabupaten Lanny Jaya menjadi satu-satunya wilayah di provinsi Papua Pegunungan yang mencatat kenaikan untuk seluruh kategori pengeluaran yang diamati. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 3033756 Rupiah dan menempati urutan pertama se-provinsi. Pertumbuhan untuk pengeluaran bukan makanan mencapai 53,4 persen, sedangkan untuk pengeluaran makanan tumbuh sebesar 33,2 persen dibandingkan tahun 2023. Semua peringkat wilayah ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya untuk seluruh kategori pengeluaran.
Kabupaten Yahukimo
Kabupaten Yahukimo mencatat penurunan untuk seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024, dengan penurunan terbesar terjadi pada kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 51,3 persen. Total pengeluaran per kapita wilayah ini hanya mencapai 1282765 Rupiah dan menempati urutan terakhir se-provinsi. Untuk kategori pengeluaran makanan saja, wilayah ini juga mencatat penurunan sebesar 4,3 persen dan tetap berada di urutan paling bawah dibandingkan enam kabupaten lainnya di provinsi Papua Pegunungan.
Kabupaten Pegunungan Bintang
Kabupaten Pegunungan Bintang mencatat kenaikan untuk hampir semua kategori pengeluaran pada tahun 2024, dengan pertumbuhan total pengeluaran mencapai 37,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan keempat se-provinsi untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 2143449 Rupiah. Untuk kategori pengeluaran makanan saja, wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 37,5 persen dan naik satu peringkat menjadi urutan ketiga se-provinsi pada tahun 2024.