Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Poso pada tahun 2025 mencapai 60249 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 61050 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode pencatatan 8 tahun terakhir, nilai pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun dengan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020 sebesar 29,7 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DKI Jakarta 2025)
Nilai pengeluaran perawatan kulit ini setara dengan 19,8 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa, serta 158 persen dari rata-rata pengeluaran untuk kategori kecantikan secara umum. Dibandingkan pengeluaran pokok masyarakat, nilai ini mencapai 34,4 persen dari pengeluaran makanan jadi, 35,3 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau, serta 66,7 persen dari pengeluaran sabun mandi per kapita setiap bulan.
Sepanjang 8 tahun pencatatan, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Poso mencatatkan pengeluaran tertinggi pada tahun 2024. Sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2020 dengan nilai hanya 37196 Rupiah per kapita per bulan. Kenaikan tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2022 dengan peningkatan sebesar 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Anomali penurunan besar pada tahun 2020 merupakan satu-satunya penurunan di atas 10 persen sepanjang periode data yang tersedia.
Berdasarkan data perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Poso menempati urutan ke 8 untuk nilai pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Urutan ini berada di atas Kabupaten Banggai Laut, Kabupaten Banggai, Kabupaten Buol, Kabupaten Tojo Una Una dan Kabupaten Toli Toli. Di tingkat nasional, Kabupaten Poso menempati urutan 214 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan urutan 37 di seluruh wilayah pulau Sulawesi.
Terdapat perbedaan arah pertumbuhan antar wilayah di Sulawesi Tengah pada tahun 2025. Kabupaten Banggai Kepulauan mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 61,7 persen, disusul Kabupaten Donggala sebesar 47,2 persen. Sementara penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Morowali sebesar 37,9 persen, diikuti Kabupaten Toli Toli sebesar 38,5 persen. Hampir separuh wilayah di provinsi ini mencatatkan penurunan pengeluaran perawatan kulit pada tahun terakhir.
Kabupaten Poso
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Boyolali untuk Membeli Ikan Diawetkan Lainnya Rp81 per Kapita per Minggu)
Untuk total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Poso mencatatkan nilai 1552559 Rupiah per bulan pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan ke 4 terbaik di seluruh Provinsi Sulawesi Tengah. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan Kota Palu dan Kabupaten Morowali yang sama-sama mencatatkan penurunan pada tahun yang sama.
Kota Palu
Sebagai ibukota provinsi, Kota Palu masih memegang urutan pertama untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori dengan nilai 1823248 Rupiah per bulan. Meskipun demikian, wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk kategori makanan di Kota Palu juga mengalami penurunan sebesar 4,4 persen, menjadikan wilayah ini satu dari sedikit daerah yang mengalami penurunan pada kedua kategori utama pengeluaran rumah tangga.
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali yang sebelumnya menempati urutan kedua total pengeluaran per kapita, mencatatkan penurunan sangat besar sebesar 25,5 persen pada tahun 2025. Nilai total pengeluaran wilayah ini turun menjadi 1730605 Rupiah per kapita per bulan, meskipun masih bertahan di urutan kedua provinsi. Penurunan ini merupakan yang terbesar di seluruh Sulawesi Tengah, baik untuk kategori makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran rumah tangga.
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara mencatatkan nilai total pengeluaran per kapita sebesar 1585643 Rupiah per bulan pada tahun 2025, dengan penurunan sedikit sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini memegang urutan ketiga di tingkat provinsi, tepat di atas Kabupaten Poso. Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Morowali Utara masih menjadi yang tertinggi di seluruh provinsi meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 2,6 persen pada tahun terakhir.