- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli San Marino yang menunjukkan posisi nilai 0,69 unit pada tahun 2024, mengalami kontraksi sebesar 0,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontraksi disini berarti total nilai daya beli ekonomi negara mikro ini mengalami penurunan kecil setelah sempat mencatat pertumbuhan positif 2,21 persen pada tahun 2023. Pada akhir periode tiga tahun terakhir 2022-2024, nilai PDB PPP San Marino tercatat stagnan pada kisaran 0,68 sampai 0,69 unit tanpa pergerakan signifikan.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional San Marino terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DKI Jakarta 2025)
Jika dilihat pola tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan San Marino berada di angka negatif 0,63 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir 2020-2024 yang tercatat sebesar negatif 0,87 persen. Meskipun keduanya tetap berada di zona negatif, periode tiga tahun terakhir mencatat penurunan tekanan kontraksi ekonomi dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Sepanjang 10 tahun data yang tercatat, titik tertinggi PDB PPP San Marino terjadi pada tiga tahun awal periode 2015 sampai 2017 dengan nilai konsisten 0,76 unit. Sementara titik terendah tercatat pada tahun 2022 dengan nilai 0,68 unit, yang menjadi anomali penurunan terbesar sepanjang periode data. Anomali tahun 2022 ini mencatat kontraksi sebesar 3,96 persen, penurunan paling tajam yang pernah tercatat dalam 10 tahun terakhir.
Dari sisi peringkat regional Eropa, San Marino berada di posisi 24 pada tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun 2023. Sebelumnya negara ini sempat menempati posisi 19 pada tahun 2021, sebelum terus mengalami penurunan peringkat seiring perlambatan ekonomi yang terjadi.
Berdasarkan proyeksi IMF sampai tahun 2030, PDB PPP San Marino diproyeksikan tetap stagnan pada kisaran 0,69 unit. Proyeksi pertumbuhan tahunan hanya bergerak antara minus 0,43 persen sampai maksimal 0,14 persen sepanjang 6 tahun ke depan. Kondisi ini menunjukkan tidak akan terjadi perbaikan ekonomi yang berarti, nilai daya beli masyarakat akan tetap pada level yang sama seperti kondisi tahun 2024 saat ini.
Saat dibandingkan dengan 5 negara teratas peringkat regional Eropa, posisi San Marino jauh tertinggal. Lima besar teratas saat ini dipegang oleh Islandia, Serbia, North Macedonia, Ukraina dan Moldova yang semuanya mencatat pertumbuhan PDB PPP di atas 2,7 persen. Sementara San Marino menjadi salah satu dari sedikit negara di Eropa yang masih mencatat pertumbuhan negatif pada tahun 2024.
Secara keseluruhan, ekonomi San Marino menunjukkan pola stagnasi rendah setelah mengalami penurunan bertahap sejak tahun 2015. Tidak ada sinyal pemulihan yang kuat baik dari data historis tiga tahun terakhir maupun proyeksi jangka menengah. Kondisi ini membuat posisi kompetitif daya beli ekonomi San Marino tetap tertekan di kawasan Eropa untuk tahun-tahun mendatang.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | +0.22 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |