Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk sabun mandi di Kabupaten Landak tahun 2024 mencapai 80521 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun 2023 yang sempat mencatatkan nilai 83131 rupiah. Sepanjang tujuh tahun periode data sejak 2018, tercatat terjadi pergerakan nilai pengeluaran dengan dua kali terjadinya penurunan yaitu pada tahun 2020 dan tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2025)
Pada periode 2018 hingga 2023, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini menunjukkan kenaikan konsisten setelah penurunan sedikit pada tahun 2020. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 32,2 persen, disusul kenaikan 31,8 persen pada tahun 2019 dan 31,6 persen pada tahun 2023. Nilai pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2023 sebelum akhirnya mengalami penurunan pada tahun terakhir data.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang 3,01 persen dari total rata-rata pengeluaran aneka barang jasa per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Landak. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran sabun mandi sebesar 54 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita. Nilai ini juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kategori kecantikan yang hanya mencapai 22835 rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Landak menempati urutan ketiga untuk nilai pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan di atasnya ditempati Kabupaten Kapuas Hulu dengan nilai 119964 rupiah dan Kabupaten Sanggau dengan nilai 81221 rupiah. Di tingkat nasional, Kabupaten Landak menempati peringkat 118 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, serta peringkat 27 di seluruh wilayah di pulau Kalimantan.
Terdapat anomali pada data tahun 2024, dimana dari 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, sebanyak 7 wilayah mengalami penurunan pengeluaran sabun mandi termasuk Kabupaten Landak. Hanya Kabupaten Kapuas Hulu yang mencatatkan kenaikan diatas 40 persen, menjadikannya satu-satunya wilayah dengan pertumbuhan diatas 25 persen pada tahun terakhir. Posisi peringkat Kabupaten Landak tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, tetap berada di urutan ketiga seprovinsi.
Kabupaten Landak
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Sulawesi Tengah Desember 2025: Naik Jadi Rp.624,85 Ribu per Kapita/Bulan)
Data BPS menunjukkan total pengeluaran per kapita bulanan seluruh kategori di Kabupaten Landak tahun 2024 mencapai 1428589 rupiah. Dari nilai tersebut, 772232 rupiah dialokasikan untuk pengeluaran makanan dan sisanya sebesar 656357 rupiah untuk pengeluaran bukan makanan. Wilayah ini menempati urutan kedelapan untuk total pengeluaran per kapita seprovinsi Kalimantan Barat, dengan pertumbuhan total pengeluaran mengalami penurunan sedikit sebesar 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Pontianak
Sebagai wilayah dengan pengeluaran per kapita tertinggi seprovinsi, Kota Pontianak mencatatkan total pengeluaran 2270782 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Terdapat kenaikan sebesar 9 persen untuk total pengeluaran, dimana 951401 rupiah digunakan untuk pengeluaran makanan dan 1319381 rupiah untuk pengeluaran bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini juga mencapai 8,8 persen, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan positif tertinggi tahun 2024.
Kabupaten Kapuas Hulu
Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan total pengeluaran per kapita sebesar 1495584 rupiah tahun 2024, menempati urutan kelima seprovinsi Kalimantan Barat. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 14,3 persen, merupakan pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah lain di provinsi ini. Untuk kategori pengeluaran sabun mandi, wilayah ini menempati urutan pertama seprovinsi dengan nilai hampir 50 persen lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Landak.
Kabupaten Sekadau
Kabupaten Sekadau mencatatkan total pengeluaran per kapita 1471871 rupiah tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar 21,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi di seluruh Kalimantan Barat, didorong oleh kenaikan pengeluaran makanan sebesar 28,2 persen. Wilayah ini menempati urutan keenam untuk total pengeluaran per kapita, naik 5 peringkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya.