Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Persentase penduduk miskin berada di angka 7,41 persen, turun 0,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.440 jiwa, berkurang 960 jiwa dari periode 2024.
Sepanjang catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Sinjai tercatat pada tahun 2006 sebesar 15,76 persen. Angka 7,41 persen tahun 2025 merupakan nilai terendah sepanjang periode data. Selama 21 tahun pencatatan, angka kemiskinan mengalami kenaikan sebanyak 7 kali dan turun sebanyak 14 kali.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Sulawesi Tengah Desember 2025: Naik Jadi Rp.624,85 Ribu per Kapita/Bulan)
Pertumbuhan persentase kemiskinan tahun 2025 tercatat minus 5,24 persen. Peringkat persentase kemiskinan Kabupaten Sinjai secara nasional berada di urutan 308 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Di wilayah Pulau Sulawesi, wilayah ini berada di urutan 54.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Sinjai sebesar 7,93 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,28 persen. Perubahan peringkat nasional terjadi fluktuasi bergeser antara urutan 245 hingga 344 sepanjang periode pencatatan data kemiskinan.
Kabupaten Bantaeng
Berada di peringkat 300 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,68 persen dengan penurunan sebesar 7,02 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.740 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 453,17 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 68,61 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,78 persen.
Kabupaten Barru
Pada peringkat 289 secara nasional, angka kemiskinan tercatat 8,00 persen dengan penurunan sedikit sebesar 3,73 persen pada tahun terakhir. Terdapat 14.130 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, dengan garis kemiskinan 426,79 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah mencapai 56,39 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,87 persen.
(Baca: 3,81% Penduduk di Kota Batam Masuk Kategori Miskin)
Kota Palopo
Peringkat 320 nasional menjadi posisi tertinggi di antara kelompok kabupaten ini, dengan persentase kemiskinan 7,18 persen dan penurunan 2,31 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.310 jiwa, garis kemiskinan sebesar 481,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 59,37 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,81 persen.
Kabupaten Pinrang
Memegang peringkat 274 nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,38 persen dengan penurunan 1,99 persen pada periode terakhir. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu 32.520 jiwa, garis kemiskinan 426,62 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai 66,89 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,58 persen.
Kabupaten Soppeng
Berada di peringkat 344 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,65 persen dengan penurunan 3,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 15.340 jiwa, garis kemiskinan sebesar 441,12 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah mencapai 72,36 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,59 persen.
Kabupaten Takalar
Pada posisi peringkat 313 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,27 persen dengan penurunan 6,19 persen pada tahun terakhir. Terdapat 22.170 jiwa penduduk masuk kategori miskin, dengan garis kemiskinan 475,86 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 44,81 juta rupiah per tahun, tumbuh 5,79 persen.