Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kota Parepare pada tahun 2024 sebesar 62322 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi ini diolah dari data Susenas. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 25,8 persen dari total pengeluaran perawatan dan sekitar 8,1 persen dari total pengeluaran untuk kecantikan di kota tersebut.
(Baca: Update Harga Emas Hari Ini Turun Menjadi Rp3,12 Juta)
Pengeluaran per kapita untuk sabun mandi di Kota Parepare menunjukkan fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 54274 rupiah, kemudian menurun sedikit menjadi 51343 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 14,1 persen menjadi 58572 rupiah, dan terus naik hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2021 sebesar 70846 rupiah. Setelah itu, pengeluaran menurun sedikit setiap tahun hingga tahun 2024, dengan penurunan sebesar 2,4 persen pada 2022, 8,8 persen pada 2023, dan 1,1 persen pada 2024.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Parepare sebesar 241706 rupiah, sehingga pengeluaran untuk sabun mandi hanya sekitar 28,4 persen dari pengeluaran untuk makanan jadi (219468 rupiah). Dibandingkan dengan pengeluaran untuk rokok dan tembakau (113748 rupiah), pengeluaran sabun mandi hanya sekitar 54,8 persen dari nilai tersebut.
Kota Parepare menempati peringkat ke-5 di antara kabupaten/kota seprovinsi Sulawesi Selatan untuk pengeluaran sabun mandi pada tahun 2024, dan peringkat ke-28 di pulau Sulawesi, serta peringkat ke-242 di seluruh Indonesia. Di provinsi yang sama, Kota Makassar menempati peringkat pertama dengan pengeluaran sebesar 99026 rupiah, diikuti oleh Kota Palopo (87159 rupiah), Kabupaten Luwu Timur (73104 rupiah), dan Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (65899 rupiah).
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Hunian Layak dan Terjangkau Periode 2015-2025)
Kota Makassar mengalami pertumbuhan pengeluaran sabun mandi sebesar 2,7 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Kota Palopo mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 26,6 persen. Kabupaten Luwu Timur juga mengalami kenaikan sebesar 18,4 persen, sedangkan Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan mengalami penurunan sedikit sebesar 4,3 persen. Kota Parepare sendiri mengalami penurunan sedikit sebesar 1,1 persen, yang lebih kecil dibandingkan penurunan yang dialami oleh beberapa kabupaten lain seperti Kabupaten Wajo (-16,9 persen) dan Kabupaten Takalar (-21 persen).
Kota Makassar
Kota Makassar menempati peringkat pertama di provinsi Sulawesi Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 1012020 rupiah. Pengeluaran ini mengalami pertumbuhan sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (929229,92 rupiah). Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kota Makassar juga berada di peringkat pertama dengan nilai 1803702 rupiah, meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Makassar sebesar 791682 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat pertama di provinsi tersebut.
Kota Palopo
Kota Palopo menempati peringkat kedua di provinsi Sulawesi Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 822375 rupiah. Pengeluaran ini mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 21,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (678185,94 rupiah). Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kota Palopo berada di peringkat kedua dengan nilai 1583231 rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Palopo sebesar 760855 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 24,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kedua di provinsi tersebut.
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur menempati peringkat ketiga di provinsi Sulawesi Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 701298 rupiah. Pengeluaran ini mengalami pertumbuhan sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya (686585,45 rupiah). Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Luwu Timur berada di peringkat keenam dengan nilai 1379043 rupiah, mengalami penurunan sebesar 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Luwu Timur sebesar 677746 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat kedelapan di provinsi tersebut.
Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan
Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan menempati peringkat kelima di provinsi Sulawesi Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 697005 rupiah. Pengeluaran ini mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 33,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (520375,23 rupiah). Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan berada di peringkat kelima dengan nilai 1393019 rupiah, mengalami penurunan sebesar 11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan sebesar 696013 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ketujuh di provinsi tersebut.