Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kapuas pada tahun 2025 mencapai 173671 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan nilai sebesar 18127,9 Rupiah per orang setiap bulannya. Pada periode 8 tahun terakhir tercatat pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2025 ini, setelah sebelumnya mengalami pergerakan naik turun sejak tahun 2018.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Timur 2025)
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, tercatat dua kali terjadi penurunan nilai pengeluaran. Penurunan pertama terjadi pada tahun 2021 sebesar 11,1 persen dari tahun sebelumnya, kemudian penurunan kedua terjadi pada tahun 2023 sebesar 9 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang catatan data terjadi pada tahun 2022 dengan persentase kenaikan sebesar 27,7 persen dibandingkan tahun 2021. Rata-rata pertumbuhan tahunan dalam lima tahun terakhir mencapai 9,3 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata tiga tahun terakhir yang hanya mencapai 6,7 persen.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas menempati urutan ke 14 dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah tersebut untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Urutan teratas diduduki oleh Kota Palangkaraya dengan nilai pengeluaran 308156 Rupiah, diikuti Kabupaten Barito Timur 248874 Rupiah, Kabupaten Katingan 243570 Rupiah, Kabupaten Kota Waringin Barat 237620 Rupiah dan Kabupaten Sukamara 228883 Rupiah. Di tingkat nasional, Kabupaten Kapuas menempati urutan 314 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Untuk kategori total pengeluaran per kapita seluruh jenis barang dan jasa, Kabupaten Kapuas juga menempati urutan terakhir di Kalimantan Tengah pada tahun 2025 dengan nilai total 1248959 Rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu pengeluaran untuk kategori bukan makanan di wilayah ini juga tercatat mengalami penurunan sebesar 3,5 persen pada tahun yang sama, menjadi 563354 Rupiah per kapita per bulan.
Kota Palangkaraya
Kota Palangkaraya sebagai satu-satunya kota di provinsi ini mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi sebesar 308156 Rupiah per kapita per bulan tahun 2025, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 2,6 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini juga menempati urutan pertama untuk total pengeluaran per kapita seluruh jenis pengeluaran, meskipun tercatat mengalami penurunan 1,7 persen dibandingkan tahun 2024. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini juga masih menduduki peringkat pertama meskipun mengalami penurunan sebesar 4,5 persen pada tahun 2025.
(Baca: Statistik PDRB Konsumsi Pemerintah Periode 2013-2025)
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Lamandau mencatat pengeluaran total per kapita terbesar kedua se-Kalimantan Tengah pada tahun 2025 yaitu sebesar 2237052 Rupiah. Wilayah ini mengalami kenaikan 1,9 persen untuk total pengeluaran, dan kenaikan 5,5 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Untuk pengeluaran makanan mentah, Kabupaten Lamandau justru menduduki urutan pertama seluruh wilayah di provinsi ini, meskipun tercatat mengalami penurunan sedikit sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun 2024.
Kabupaten Barito Timur
Kabupaten Barito Timur mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 12,1 persen pada tahun 2025, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencapai 248874 Rupiah per kapita per bulan, menempati urutan kedua seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Untuk total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini menduduki urutan ke empat dengan pertumbuhan sebesar 12,9 persen yang merupakan salah satu pertumbuhan tertinggi pada tahun 2025.
Kabupaten Murung Raya
Kabupaten Murung Raya mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi se-Kalimantan Tengah pada tahun 2025 yaitu sebesar 25,1 persen. Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencapai 188197 Rupiah per kapita per bulan, hanya sedikit di atas nilai Kabupaten Kapuas. Untuk total pengeluaran seluruh kategori, wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 22,2 persen, dan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan mencapai 22,9 persen yang merupakan angka pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah provinsi Kalimantan Tengah pada tahun laporan.