Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semesteran Kabupaten Lembata tahun 2025 mencatatkan persentase penduduk miskin sebesar 23,27 persen. Angka ini turun sebesar 0,95 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 940 jiwa menjadi total 36.780 jiwa. Total penduduk wilayah ini tercatat bertambah 8.173 jiwa menjadi 158.094 jiwa pada periode yang sama.
Dari catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan nilai 36,97 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2014 sebesar 22,32 persen, sebelum kemudian kembali naik sampai tahun 2015. Posisi rank kemiskinan Kabupaten Lembata secara nasional saat ini berada di urutan 39 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Timur 2025)
Dalam kurun 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 24,09 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 24,91 persen. Angka tahun 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan kedua rata-rata periode tersebut. Penurunan persentase kemiskinan tahun 2025 ini sebesar 3,92 persen merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2013.
Kabupaten Ende
Berada pada urutan 45 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 21,31 persen dengan penurunan sebesar 5,58 persen pada tahun terakhir. Terdapat 58.920 jiwa penduduk miskin dari total 276.434 jiwa penduduk, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 549,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,22 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,69 persen.
Kabupaten Kupang
Menempati rangking 52 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 20,32 persen dengan penurunan 4,91 persen pada periode laporan. Dari total 430.580 jiwa penduduk, terdapat 87.500 jiwa yang tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 504,86 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 28,50 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,56 persen.
Kabupaten Manggarai Timur
(Baca: Statistik PDRB Konsumsi Pemerintah Periode 2013-2025)
Rangking 37 secara nasional menjadikan wilayah ini memiliki persentase kemiskinan yang paling dekat dengan Kabupaten Lembata yaitu 23,51 persen dengan penurunan 5,58 persen. Terdapat 70.990 jiwa penduduk miskin dari total 301.944 jiwa penduduk total. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 485,25 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 15,23 juta rupiah per tahun, merupakan yang terendah diantara kelompok kabupaten perbandingan.
Kabupaten Rote Ndao
Berada pada urutan 36 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 24,37 persen dengan penurunan sebesar 5,47 persen pada tahun terakhir. Terdapat 51.640 jiwa penduduk miskin dari total 211.872 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 443,90 ribu rupiah per kapita per bulan menjadi yang terendah di kelompok ini, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 27,90 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,99 persen.
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Menempati rangking 35 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 24,50 persen dengan penurunan hanya sebesar 0,73 persen pada periode laporan. Dari total 476.451 jiwa penduduk, terdapat 116.740 jiwa yang tergolong penduduk miskin, jumlah ini merupakan yang terbanyak diantara seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan. Garis kemiskinan sebesar 454,42 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 22,46 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Timor Tengah Utara
Rangking 53 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 20,17 persen dengan penurunan sebesar 3,45 persen pada tahun terakhir. Terdapat 53.440 jiwa penduduk miskin dari total 264.966 jiwa penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 516,06 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 19,77 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,50 persen.