Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita untuk sabun mandi di Kota Jakarta Barat pada tahun 2024 mencapai 111860 Rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 26,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 152120 Rupiah per kapita per bulan. Penurunan ini menjadi penurunan terbesar selama 7 tahun periode pengamatan data yang dimulai sejak tahun 2018.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2025)
Pengeluaran sabun mandi di wilayah ini hanya menyumbang sekitar 13 persen dari total pengeluaran perawatan warga, serta hanya 2,6 persen dari total rata-rata pengeluaran seluruh barang dan jasa per kapita setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran sabun mandi hanya mencapai seperlima puluh dari total biaya makanan jadi yang dikeluarkan warga setiap bulannya.
Selama periode 2018 sampai 2024, catatan pengeluaran sabun mandi Kota Jakarta Barat menunjukkan pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 sampai 2019 terjadi kenaikan sedikit, lalu turun sedikit pada tahun 2020, kemudian naik berturut-turut hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2023. Penurunan yang terjadi pada tahun 2024 merupakan anomali karena nilai turun kembali ke level yang hampir sama dengan tahun 2021.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah seprovinsi DKI Jakarta, Kota Jakarta Barat menempati urutan keempat dari enam wilayah administrasi. Tiga peringkat teratas secara berturut-turut ditempati oleh Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Utara dan Kota Jakarta Timur. Sementara di bawah Kota Jakarta Barat terdapat Kota Jakarta Pusat dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 30 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Untuk tahun 2024, Kota Jakarta Selatan mencatatkan pengeluaran sabun mandi tertinggi seprovinsi dengan nilai 126325 Rupiah per kapita, disusul Kota Jakarta Utara sebesar 113728 Rupiah, kemudian Kota Jakarta Timur dengan nilai 111962 Rupiah. Hanya Kota Jakarta Selatan dan Kota Jakarta Timur yang mencatatkan kenaikan pengeluaran sabun mandi pada tahun 2024, sementara seluruh wilayah lainnya termasuk Kota Jakarta Barat mencatatkan penurunan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kota Bandar Lampung | 2024)
Kota Jakarta Selatan
Kota Jakarta Selatan secara konsisten menempati peringkat pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita di DKI Jakarta. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita warga wilayah ini mencapai 3533226 Rupiah per bulan, dengan kenaikan sebesar 16,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan warga di wilayah ini juga mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 20,8 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan seluruh wilayah DKI Jakarta.
Kota Jakarta Utara
Kota Jakarta Utara menempati peringkat kedua secara keseluruhan untuk total pengeluaran per kapita warga. Nilai total pengeluaran per kapita wilayah ini pada tahun 2024 mencapai 3479956 Rupiah per bulan, dengan kenaikan sedikit sebesar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun mengalami kenaikan pada total pengeluaran, wilayah ini justru mencatatkan penurunan untuk pengeluaran bukan makanan sebesar 1,6 persen pada periode yang sama.
Kota Jakarta Timur
Kota Jakarta Timur menempati peringkat keempat untuk total pengeluaran per kapita bukan makanan, dan peringkat keempat untuk seluruh kategori pengeluaran gabungan. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita warga wilayah ini mencapai 2570841 Rupiah per bulan, dengan penurunan sebesar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Baik pengeluaran makanan maupun bukan makanan di wilayah ini sama-sama mencatatkan penurunan sedikit pada tahun 2024.
Kota Jakarta Pusat
Kota Jakarta Pusat menempati peringkat ketiga untuk seluruh kategori pengeluaran sebelum tahun 2024, namun tetap konsisten berada di bawah Kota Jakarta Selatan dan Kota Jakarta Utara. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita warga wilayah ini mengalami penurunan sebesar 6,8 persen menjadi 2681055 Rupiah per bulan. Penurunan terbesar terjadi pada pengeluaran bukan makanan yang turun sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.