Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Seram Bagian Timur pada Desember 2025, berkurang 0,06 persen menjadi 3,18 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Dalam delapan semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
(Baca: )
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Tebo 171,22 Ribu dan Angka Pengangguran 2,21 Persen)
Dalam lima semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan tren penurunan kondisi yang sama terjadi enam semester setelah pandemi Covid-19 yang berlangsung mulai Maret 2020 juga diikuti dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 343 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2025 yakni 4,2 persen .
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Seram Bagian Timur dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Secara historis, tahun 2023 tercatat 59.272 pekerja, pada 2024 kemudian meningkat menjadi 65.156 pekerja dan untuk 2025 tercatat sebanyak 67.408 pekerja.
Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja, Jumlah pekerja di Kabupaten Seram Bagian Timur mengalami trend kenaikan dalam 16 tahun terakhir dan berlanjut pasca covid. Dalam enam tahun terakhir, jumlah pekerja juga ikut tren naik. Tercatat pada tahun 2023 jumlah pekerja sebanyak 57.313 pekerja kemudian jumlahnya naik menjadi 66.148 pekerja pada tahun 2025.
Turunnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Seram Bagian Timur berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2025. Perekonomian di wilayah ini pada 2025 lalu tercatat 3,49 persen. Sebelumnya pada 2024 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 3,58 persen .
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terbesar di provinsi Maluku pada 2025 yakni :
- Kota Ambon 11,37 persen
- Kota Tual 8,96 persen
- Kabupaten Maluku Tengah 6,93 persen
- Kabupaten Maluku Tenggara 6,01 persen
- Kabupaten Seram Bagian Barat 4,92 persen
Berikut ini lima kabupaten/kota dengan tingkat pengangguran terbuka dari urutan yang terkecil pada 2025 yakni :
- Kabupaten Buru Selatan 1,29 persen
- Kabupaten Kepulauan Aru 2,1 persen
- Kabupaten Maluku Barat Daya 2,69 persen
- Kabupaten Seram Bagian Timur 3,18 persen
- Kabupaten Maluku Tenggara Barat 4,21 persen