Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Bandar Lampung pada tahun 2024 sebesar 255139 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 9,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya tercatat sebesar 283056 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode tujuh tahun data yang tercatat mulai tahun 2018, angka pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun setiap tahun tanpa pola kenaikan yang konsisten.
(Baca: Biaya Transportasi di Kota Malang Bulan Juni Naik 2,43%)
Sepanjang data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran tertinggi untuk kategori ini tercatat pada tahun 2023. Sebelumnya pada tahun 2021 juga tercatat kenaikan sebesar 19,3 persen setelah terjadi penurunan sedikit pada tahun 2020. Tercatat dua kali terjadi penurunan berturut pada periode 2019 ke 2020, serta periode 2023 ke 2024. Rata-rata pengeluaran selama tujuh tahun terakhir berada pada angka 241952 rupiah per kapita per bulan.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kota Bandar Lampung menyumbang sekitar 61,6 persen dari total rata-rata pengeluaran aneka barang jasa masyarakat kota ini. Nilai ini juga lebih besar dibandingkan pengeluaran per kapita untuk kecantikan, perawatan pribadi, maupun kebutuhan sabun mandi secara bulanan. Bahkan nilai ini mencapai dua kali lipat pengeluaran bulanan masyarakat untuk kategori rokok dan tembakau.
Berdasarkan ranking se-provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024. Hanya Kota Metro yang mencatat nilai pengeluaran lebih tinggi dengan angka 258636 rupiah per kapita per bulan. Sementara itu secara nasional, Kota Bandar Lampung berada di urutan 104 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, serta urutan 26 di seluruh wilayah pulau Sumatera.
Untuk wilayah lain di Provinsi Lampung, Kota Metro mencatat kenaikan sebesar 17,5 persen pada tahun 2024. Kabupaten Pesisir Barat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya Kabupaten Lampung Selatan mengalami penurunan sebesar 13,2 persen, diikuti Kabupaten Lampung Timur yang turun sebesar 5,6 persen. Ranking lima teratas pada kategori ini secara berurutan diduduki Kota Metro, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Way Kanan.
Kota Metro
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pengadaan Listrik dan Gas di Jawa Barat | 2026)
Kota Metro secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh Provinsi Lampung untuk total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan, dengan nilai total sebesar 1754233 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pengeluaran makanan saja mencapai 833733 rupiah per bulan. Ranking ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya, dengan jarak nilai yang cukup jauh dibandingkan wilayah peringkat kedua di provinsi ini.
Kabupaten Pesisir Barat
Kabupaten Pesisir Barat menjadi wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran makanan tertinggi se-Provinsi Lampung pada tahun 2024, dengan kenaikan sebesar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1575666 rupiah per bulan, menempati urutan kedua di seluruh provinsi. Pengeluaran untuk kategori makanan saja di wilayah ini bahkan melebihi nilai pengeluaran makanan yang tercatat di Kota Bandar Lampung pada tahun yang sama.
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 1245812 rupiah per bulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sedikit sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan kelima secara keseluruhan di Provinsi Lampung. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini mencatat penurunan sedikit sebesar 1 persen, salah satu dari sedikit wilayah di provinsi ini yang mengalami penurunan pada kategori tersebut.
Kabupaten Way Kanan
Kabupaten Way Kanan menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran keseluruhan di Provinsi Lampung dengan nilai 1251019 rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini hanya naik sedikit sebesar 0,8 persen pada tahun 2024. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 3,1 persen, tetap bertahan pada urutan kelima di seluruh provinsi untuk kategori tersebut.