Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kaimana tahun 2024 mencapai 172307 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 4,8 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 7847,9 rupiah per orang setiap bulannya. Angka ini merupakan pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode pengamatan mulai tahun 2018 sampai tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DKI Jakarta 2025)
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, pengeluaran kategori ini tercatat turun pada tahun 2019 sebesar 14,4 persen menjadi 115386 rupiah. Setelah tahun tersebut, pengeluaran masyarakat Kabupaten Kaimana untuk makanan dan minuman jadi naik secara berturut-turut selama lima tahun berturut-turut sampai tahun 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 12,1 persen, sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun terakhir pengamatan.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Papua Barat, Kabupaten Kaimana berada pada peringkat 4 dari 7 kabupaten/kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini sama dengan posisi tahun sebelumnya. Di atas Kabupaten Kaimana secara berturut-turut terdapat Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 297 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Pengeluaran makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 8,7 persen dari total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Kaimana tahun 2024 yang mencapai 1985631 rupiah. Untuk kategori pengeluaran lain, masyarakat di wilayah ini mengeluarkan rata-rata 143208 rupiah per bulan untuk rokok dan tembakau, 100125 rupiah untuk sabun mandi, serta 69206 rupiah untuk perawatan pribadi.
Kabupaten Manokwari
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Manokwari tahun 2024 mencapai 2137560 rupiah, menempati peringkat ketiga seprovinsi Papua Barat. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencapai 213790 rupiah per orang per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran bukan makanan di kabupaten ini tercatat turun sedikit sebesar 12,2 persen pada tahun 2024, menjadikannya satu-satunya wilayah di provinsi ini yang mengalami penurunan besar pada kategori tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan bukan Makanan di Sulawesi Selatan | 2025)
Kabupaten Manokwari Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Manokwari Selatan menempati peringkat kedua untuk total pengeluaran masyarakat seprovinsi Papua Barat tahun 2024 dengan nilai 2153995 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melonjak menjadi 214215 rupiah dan menjadikan wilayah ini peringkat pertama untuk kategori ini. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini tercatat sebesar 4,6 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Teluk Bintuni
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Teluk Bintuni masih menempati peringkat pertama untuk total pengeluaran masyarakat seprovinsi Papua Barat tahun 2024 meskipun mengalami penurunan sebesar 4,8 persen menjadi 2392406 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini justru turun sebesar 13,2 persen menjadi 177685 rupiah, sehingga peringkatnya untuk kategori ini turun dari posisi pertama menjadi posisi ketiga pada tahun 2024. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini hanya naik sedikit sebesar 1,6 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Fak Fak
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Fak Fak menempati peringkat kelima seprovinsi Papua Barat untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024 dengan nilai 1815172 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini tercatat turun sedikit sebesar 1,8 persen menjadi 136302 rupiah per orang per bulan. Total pengeluaran makanan masyarakat wilayah ini justru naik sebesar 8,8 persen pada tahun 2024, sementara pengeluaran bukan makanan mengalami penurunan sebesar 2,5 persen pada periode yang sama.