Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan, Sulawesi Selatan pada tahun 2025 mencapai Rp 738.770,91. Angka ini mengalami penurunan sebesar 9,35 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih pengurangan sebesar Rp 76.242,50. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, nilai pengeluaran ini memiliki tren naik secara umum dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 4,7 persen.
(Baca: Statistik PDRB ADHB Sektor Real Estat Periode 2013-2025)
Selama 8 tahun periode pencatatan, kenaikan tertinggi pengeluaran bukan makanan terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 32,16 persen, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2020 sebesar 8,48 persen. Nilai tertinggi sepanjang sejarah pernah dicapai pada tahun 2024 yaitu sebesar Rp 815.013,41, sebelum akhirnya mengalami koreksi pada tahun 2025. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 7,88 persen, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat 10,63 persen.
Pada tahun 2025, Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan menempati peringkat ke-27 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Sulawesi, serta peringkat ke-206 secara nasional. Peringkat ini turun 10 tingkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di urutan ke-17 pulau Sulawesi, dan turun 61 tingkat dari posisi nasional tahun 2024. Nilai pengeluaran tahun 2025 masih berada di atas rata-rata keseluruhan periode yang tercatat sebesar Rp 636.442,01.
Kabupaten Luwu Utara
Kabupaten Luwu Utara menempati urutan ke-25 se-Pulau Sulawesi dan peringkat 203 secara nasional untuk indikator pengeluaran bukan makanan tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan nilai pengeluaran per kapita sebesar Rp 744.735,56, atau lebih tinggi sebesar Rp 5.964,65 dibandingkan nilai Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan. Pertumbuhan tahunan wilayah ini mencapai 12,99 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah perbandingan pada periode yang sama.
Kabupaten Enrekang
Berada satu tingkat di bawah Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Enrekang menempati peringkat 26 se-Pulau Sulawesi dan posisi 204 nasional. Nilai pengeluaran per kapita bukan makanan di wilayah ini tercatat Rp 744.086,63, hanya terpaut sekitar Rp 648,93 dari Kabupaten Luwu Utara. Wilayah ini mencatatkan kontraksi pertumbuhan sebesar 1,38 persen pada tahun 2025, menjadi salah satu wilayah di Sulawesi yang mengalami penurunan nilai pengeluaran pada periode tersebut.
Kabupaten Bengkalis
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mamuju | 2004 - 2025)
Dari wilayah Pulau Sumatera, Kabupaten Bengkalis menempati peringkat 48 di pulau nya dan posisi 205 secara nasional. Nilai pengeluaran per kapita bukan makanan tercatat Rp 742.521,37, angka ini masih berada di atas nilai Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan. Wilayah ini mengalami penurunan pertumbuhan sedikit sebesar 0,42 persen pada tahun berjalan, dengan selisih penurunan nilai sebesar Rp 3.147,01 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Lingga
Kabupaten Lingga mencatatkan posisi peringkat 49 se-Pulau Sumatera dan 207 secara nasional, berada satu tingkat di bawah Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan pada daftar nasional. Nilai pengeluaran per kapita wilayah ini tercatat Rp 737.794,54, hampir setara dengan nilai Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan dengan selisih hanya kurang dari Rp 1.000. Wilayah ini justru mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,64 persen pada tahun 2025.
Kabupaten Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Selatan menempati peringkat 50 se-Pulau Sumatera dan posisi 208 secara nasional untuk indikator ini. Nilai pengeluaran per kapita bukan makanan tercatat Rp 736.580,96, lebih rendah sekitar Rp 2.189,95 dibandingkan Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi sebesar 18,93 persen pada tahun 2025, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan.
Kabupaten Murung Raya
Dari wilayah Pulau Kalimantan, Kabupaten Murung Raya menempati peringkat 34 di pulau nya dan posisi 209 secara nasional. Nilai pengeluaran per kapita bukan makanan di wilayah ini tercatat Rp 734.986,55, menjadi nilai terendah diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Meskipun demikian, wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 22,88 persen pada tahun 2025, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional pada indikator yang sama.