Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Mandailing Natal pada 2024 tercatat sebesar Rp 185.230 per kapita per bulan. Angka ini mengalami pertumbuhan 14.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS).
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Mandailing Natal menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Sempat mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2021, namun kembali naik pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp 127.489, lalu meningkat menjadi Rp 152.288 pada 2019, kemudian turun menjadi Rp 141.527 pada 2020 dan Rp 137.826 pada 2021, sebelum akhirnya kembali meningkat hingga mencapai Rp 185.230 pada 2024.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi merupakan bagian dari total pengeluaran masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. Pada 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.099.911. Artinya, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi mencakup sekitar 16.8 persen dari total pengeluaran tersebut. Sementara itu, jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan yaitu Rp 415.630, maka pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi mencapai 44.6 persen.
Berdasarkan data perbandingan, Kabupaten Mandailing Natal menempati urutan ke-12 untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara pada 2024. Urutan ini menunjukkan posisi yang cukup baik dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut. Secara nasional, Kabupaten Mandailing Natal berada pada urutan ke-261.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara, Kota Medan mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi pada 2024, yaitu sebesar Rp 303.092 per kapita. Kabupaten Karo berada di urutan kedua dengan Rp 294.011, diikuti Kota Tebing Tinggi dengan Rp 290.408. Sementara itu, Kabupaten Samosir mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 46.3 persen. Kota Binjai mengalami pertumbuhan signifikan yaitu 30.9 persen.
Secara umum, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Mandailing Natal mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan tertinggi terjadi pada 2024, yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi masyarakat terhadap makanan dan minuman jadi. Walaupun sempat terjadi penurunan pada 2020 dan 2021, namun tren secara keseluruhan menunjukkan peningkatan.
Kota Medan
Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Medan pada 2024 mencapai Rp 1.078.461, meningkat 2.9 persen dari tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.950.826, naik 5.4 persen. Ini menunjukkan masyarakat Kota Medan memiliki kemampuan konsumsi yang tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara dan memiliki pertumbuhan yang stabil.
Kota Tebing Tinggi
Kota Tebing Tinggi menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi untuk pengeluaran bukan makanan. Data dari BPS mencatat peningkatan signifikan sebesar 41.1 persen, dengan nilai Rp 857.842. Pertumbuhan ini mendorong peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan menjadi Rp 1.698.076, tumbuh sebesar 36.1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan yang cukup baik di Kota Tebing Tinggi.
Kota Binjai
Berdasarkan data BPS, Kota Binjai mencatatkan pertumbuhan yang solid dalam pengeluaran bukan makanan, yaitu sebesar 27.5 persen, mencapai Rp 737.849. Hal ini berdampak pada peningkatan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan menjadi Rp 1.574.094, tumbuh sebesar 28.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Binjai.
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo mencatatkan pengeluaran untuk makanan sebesar Rp 1.035.928 pada 2024, tumbuh 19.5 persen dibandingkan tahun sebelumnya seperti data dari BPS. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Karo mencapai Rp 1.563.884, tumbuh 17.8 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan Kabupaten Karo sebagai salah satu daerah dengan pengeluaran tertinggi di Sumatera Utara.