Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Padang Sidimpuan tahun 2024 mencapai 219952 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, nilai pengeluaran tertinggi untuk kategori ini tercatat pada tahun 2020 sebesar 246241 Rupiah, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2022 sebesar 188463 Rupiah.
(Baca: Inflasi Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Banda Aceh Bulan Juni Sebesar 0,16%)
Pada tahun 2022 terjadi penurunan sebesar 22,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi anomali penurunan terbesar sepanjang periode data yang tersedia. Sebelumnya pada tahun 2021 hanya terjadi penurunan sedikit sebesar 1,2 persen. Setelah tahun 2022, secara berturut-turut terjadi kenaikan pada tahun 2023 sebesar 11,1 persen dan tahun 2024 sebesar 5,1 persen. Rata-rata tiga tahun terakhir pengeluaran kategori ini berada pada angka 205902 Rupiah, lebih rendah 10 persen dibanding rata-rata tiga tahun sebelum tahun 2022.
Untuk posisi perbandingan seprovinsi Sumatera Utara, Kota Padang Sidimpuan berada di peringkat 7 dari 33 kabupaten dan kota yang ada. Di atasnya berturut-turut adalah Kota Medan, Kabupaten Karo, Kota Tebing Tinggi, Kota Sibolga, Kota Tanjung Balai dan Kota Binjai. Secara nasional, kota ini menempati peringkat 175 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, serta peringkat 47 untuk seluruh wilayah di Pulau Sumatera. Peringkat ini tidak mengalami pergeseran dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk tahun 2024, Kota Medan mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Sumatera Utara sebesar 303092 Rupiah dengan pertumbuhan 9,7 persen. Diikuti Kabupaten Karo sebesar 294011 Rupiah dengan pertumbuhan 3,6 persen, Kota Tebing Tinggi sebesar 290408 Rupiah dengan pertumbuhan 5,1 persen, Kota Sibolga sebesar 281952 Rupiah dengan pertumbuhan 8,1 persen, dan Kota Tanjung Balai sebesar 243251 Rupiah dengan pertumbuhan 4,6 persen. Seluruh peringkat tujuh besar tidak mengalami pergeseran posisi dibandingkan tahun 2023.
Kota Medan
(Baca: Statistik Nilai Ekspor SITC Kode 1Binatang Hidup, Produk Hewani Periode 2025-2026)
Kota Medan secara konsisten menempati peringkat pertama seprovinsi Sumatera Utara untuk seluruh kategori pengeluaran. Pada tahun 2024 total pengeluaran per kapita per bulan makanan dan bukan makanan mencapai 2180581 Rupiah, dengan pengeluaran bukan makanan sebesar 1230852 Rupiah. Meskipun menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi, Kota Medan mencatat penurunan sedikit sebesar 2,5 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya. Kategori pengeluaran makanan juga mencatat penurunan sangat kecil sebesar 0,2 persen pada tahun yang sama.
Kota Tebing Tinggi
Kota Tebing Tinggi menempati peringkat ketiga seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024. Nilai total pengeluaran per kapita mencapai 1794227 Rupiah per bulan, dengan kenaikan sebesar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, kota ini mencatat kenaikan sebesar 20,1 persen, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan konsumsi tercepat di Sumatera Utara tahun lalu. Sementara untuk pengeluaran makanan, wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 10,7 persen.
Kabupaten Toba Samosir
Kabupaten Toba Samosir menempati peringkat kedua seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024. Total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 1809872 Rupiah, dengan kenaikan sebesar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini menempati peringkat ketiga seprovinsi, sementara untuk pengeluaran bukan makanan juga menempati peringkat ketiga. Wilayah ini mencatat kenaikan sangat besar sebesar 31,5 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan pada tahun 2024.
Kota Binjai
Kota Binjai menempati peringkat kelima seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024. Nilai total pengeluaran per kapita mencapai 1678088 Rupiah per bulan, dengan kenaikan sangat signifikan sebesar 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi, Kota Binjai mencatat pertumbuhan tertinggi di tujuh besar wilayah yaitu sebesar 30,9 persen pada tahun 2024. Kenaikan ini menjadikan Kota Binjai berhasil mempertahankan posisi peringkat enam seprovinsi untuk kategori makanan dan minuman jadi.