KLHK Deteksi 890 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Barat (Minggu, 5 Juli 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 05/07/2026 11:53 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 890 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 109 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (5/7/2026) pukul 11.53 WIB. Dari 890 titik panas terdeteksi, 20 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 842 titik skala sedang, dan 28 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Daftar Provinsi yang Dilanda Banjir dan Longsor Awal 2026)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 116 titik. Jawa Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 116 titik. Papua Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 102 titik panas.

Sebanyak 84 titik panas terdeteksi di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menyusul dengan 62 titik panas, serta Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Barat masing-masing memiliki 59 dan 39 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Puluhan RT di Jakarta Terdampak Banjir (5 Mei 2026))

Data Pasar

Macro update by
05 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.968 -0.06
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...