Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk kecantikan per kapita sebulan di Kabupaten Kediri pada tahun 2024 sebesar 21348 Rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sedikit sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 20767 Rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 10,36 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan yang sebesar 39210 Rupiah, dan sekitar 10,36 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 205999 Rupiah.
(Baca: Harga Emas Terbaru Hari Ini Naik ke Rp2,86 Juta per Gram)
Data historis pengeluaran kecantikan di Kabupaten Kediri selama tujuh tahun (2018-2024) menunjukkan fluktuasi yang jelas. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 18817 Rupiah, kemudian menurun sedikit sebesar 7,5 persen pada tahun 2019 menjadi 17406 Rupiah. Tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 12,3 persen menjadi 19555 Rupiah, diikuti kenaikan sebesar 14,6 persen pada 2021 menjadi 22402 Rupiah, dan kenaikan sebesar 9,3 persen pada 2022 menjadi 24493 Rupiah. Tahun 2023 terjadi penurunan sebesar 15,2 persen menjadi 20767 Rupiah, sebelum kembali naik sedikit pada 2024. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2022, sedangkan pengeluaran terendah pada tahun 2019.
Dari segi perbandingan di provinsi Jawa Timur, Kabupaten Kediri menempati peringkat ke-35 untuk pengeluaran kecantikan per kapita sebulan pada tahun 2024. Peringkat ini lebih rendah dibandingkan Kota Surabaya yang berada di peringkat ke-1 dengan pengeluaran sebesar 82861 Rupiah, Kota Batu di peringkat ke-2 dengan 74071 Rupiah, Kota Probolinggo di peringkat ke-3 dengan 73520 Rupiah, Kota Mojokerto di peringkat ke-4 dengan 71165 Rupiah, dan Kota Blitar di peringkat ke-5 dengan 67175 Rupiah. Kota Surabaya mengalami kenaikan sebesar 37,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Kota Mojokerto mengalami penurunan sedikit sebesar 3,8 persen.
Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), pengeluaran kecantikan di Kabupaten Kediri sebesar 22203 Rupiah per kapita sebulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 21713 Rupiah. Namun, pengeluaran tahun 2024 masih lebih rendah dibandingkan pengeluaran tertinggi pada tahun 2022.
Kota Surabaya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surabaya pada tahun 2024 sebesar 1541006 Rupiah, yang menunjukkan kenaikan sebesar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran ini menempati peringkat ke-1 di provinsi Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Surabaya pada tahun 2024 sebesar 1061445 Rupiah, naik sebesar 29,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, juga menempati peringkat ke-1 di provinsi. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 sebesar 2602451 Rupiah, menurun sedikit sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetap berada di peringkat ke-1 di Jawa Timur.
(Baca: Belanja Barang dan Jasa Periode 2013-2024)
Kabupaten Sidoarjo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2024 sebesar 1077404 Rupiah, naik sebesar 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-4 di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 881851 Rupiah, naik sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-4 di provinsi. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1959255 Rupiah, menurun sedikit sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-3 di Jawa Timur.
Kota Malang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Malang pada tahun 2024 sebesar 1216228 Rupiah, naik sebesar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-2 di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 738690 Rupiah, naik sebesar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-10 di provinsi. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1954918 Rupiah, menurun sedikit sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-4 di Jawa Timur.
Kabupaten Banyuwangi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2024 sebesar 722265 Rupiah, naik sebesar 37,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-12 di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar 794027 Rupiah, naik sebesar 39,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-7 di provinsi. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1516292 Rupiah, naik sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-11 di Jawa Timur.