Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Aceh Tengah tahun 2024 sebesar 52626 Rupiah, mengalami penurunan sebesar 16,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 63366 Rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai minus 10740 Rupiah, menjadi salah satu penurunan terbesar di wilayah provinsi Aceh untuk kategori ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Pegunungan Arfak 2018 - 2024)
Data historis dari 2018 hingga 2024 menunjukkan pengeluaran perawatan kulit di kabupaten ini mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran masih sebesar 38786 Rupiah, naik sedikit sebesar 5,7 persen menjadi 40978 Rupiah pada 2019. Tahun 2020 terjadi kenaikan tertinggi sebesar 44,7 persen menjadi 59298 Rupiah, sebelum menurun sedikit sebesar 8,5 persen pada 2021 ke angka 54230 Rupiah.
Tahun 2022, pengeluaran kembali naik sebesar 22 persen menjadi 66176 Rupiah, yang merupakan pengeluaran tertinggi selama periode 7 tahun ini. Tahun 2023, pengeluaran menurun sedikit sebesar 4,2 persen ke 63366 Rupiah, sebelum mengalami penurunan signifikan sebesar 16,9 persen pada 2024 ke level 52626 Rupiah.
Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Aceh Tengah tahun 2024 sebesar 52626 Rupiah lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar 45058 Rupiah. Namun, nilainya jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi (189573 Rupiah), rokok dan tembakau (145965 Rupiah), serta sabun mandi (70714 Rupiah).
Di tingkat provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Tengah menempati peringkat ke-13 untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi adalah Kota Sabang (103452 Rupiah, naik 2,3 persen), Kota Banda Aceh (93631 Rupiah, naik 14,6 persen), Kabupaten Bener Meriah (91869 Rupiah, naik 21,9 persen), Kabupaten Nagan Raya (81709 Rupiah, turun 14,5 persen), dan Kota Lhokseumawe (77306 Rupiah, naik 7,5 persen).
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal Pertambangan dan Penggalian di Sulawesi Tenggara | 2025)
Kota Banda Aceh
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Banda Aceh tahun 2024 sebesar 1371277 Rupiah, naik sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1296525 Rupiah. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 2402683 Rupiah, naik 4,2 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran makanan sebesar 1031407 Rupiah, naik 14,1 persen. Kota ini menempati peringkat ke-1 di provinsi Aceh untuk ketiga kategori pengeluaran ini.
Kota Lhokseumawe
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Lhokseumawe tahun 2024 sebesar 893134 Rupiah, naik signifikan sebesar 43,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 622623 Rupiah. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1692119 Rupiah, naik 5,2 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran makanan sebesar 798985 Rupiah, naik 35,1 persen. Kota ini menempati peringkat ke-2 untuk pengeluaran bukan makanan, ke-3 untuk total, dan ke-8 untuk makanan di provinsi Aceh.
Kota Sabang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Sabang tahun 2024 sebesar 764253 Rupiah, naik sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 709694 Rupiah. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1654567 Rupiah, turun 10,2 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran makanan sebesar 890314 Rupiah, naik 4,2 persen. Kota ini menempati peringkat ke-3 untuk pengeluaran bukan makanan, ke-5 untuk total, dan ke-4 untuk makanan di provinsi Aceh.
Kabupaten Bener Meriah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Bener Meriah tahun 2024 sebesar 716407 Rupiah, naik signifikan sebesar 34,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 532236 Rupiah. Rata-rata pengeluaran total makanan dan bukan makanan mencapai 1674833 Rupiah, naik 2,8 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran makanan sebesar 958426 Rupiah, naik 32,4 persen. Kabupaten ini menempati peringkat ke-4 untuk pengeluaran bukan makanan, ke-4 untuk total, dan ke-3 untuk makanan di provinsi Aceh.